GARUTEXPO – Laut Rancabuaya kembali berdenyut! Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka secara resmi Gelar Budaya Hajat Laut Nelayan Rancabuaya di Pelabuhan Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jumat (27/6/2025). Di hadapan para nelayan, tokoh masyarakat, hingga aparat, Bupati menegaskan pentingnya menjaga kondusifitas dan kebersihan kawasan wisata kebanggaan Garut Selatan ini.
“Hajat laut ini adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan, rezeki, dan keberkahan. Tapi ingat, rasa syukur juga harus dibarengi tindakan nyata – kita jaga pantai kita tetap bersih dan nyaman!” tegas Bupati.
Ia menekankan, kawasan wisata Rancabuaya harus dikelola dengan kompak. Semua elemen, mulai dari nelayan, pedagang, TNI-Polri, hingga ASN, diingatkan untuk bergotong royong menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan.
Pantai Kotor, Wisatawan Kabur!
Bupati Abdusy Syakur tak segan mengingatkan masalah sampah yang kerap mencoreng wajah pantai.
“Kalau sampahnya numpuk, orang malas datang lagi. Jangan cuma Pak Camat yang beberes! Ajak TNI, Polri, tokoh masyarakat, semua harus turun tangan membersihkan pantai,” katanya.
Selain sampah, pungutan liar (pungli) dan parkir tumpang tindih juga jadi sorotan.
“Parkir dan pungutan liar jangan sampai terulang. Ini bikin orang kapok. Kita mau orang betah, mau datang berkali-kali,” tegasnya.
Rencana Jet Ski Penyelamat & Menara Pantau
Untuk meningkatkan keamanan laut, Bupati pun berencana menambah fasilitas seperti jet ski dan alat selam. Bahkan, pembangunan menara pemantau (tower) bagi Balawisata pun sedang dipertimbangkan agar keselamatan wisatawan lebih terjamin.
Dalam acara tersebut, Bupati juga menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada tiga warga setempat, sekaligus mengajak masyarakat ikut program jaminan keselamatan kerja.
“Kalau kena musibah, ada yang menanggung. Bayarnya juga terjangkau, hanya 16 ribu per bulan,” ujarnya.
Rangkaian Meriah, Harapan Besar
Ketua Panitia, Wahyu, menambahkan Gelar Budaya Hajat Laut Nelayan Rancabuaya ini diisi berbagai kegiatan mulai dari perlombaan kaulinan barudak lembur, tabligh akbar, khitanan massal, pembagian sembako, hingga pagelaran wayang golek sebagai acara puncak.
“Kami berharap acara ini makin meriah ke depannya, nelayan makin sejahtera, dan hasil tangkapan pun meningkat,” pungkas Wahyu.(*)






























