Garutexpo.com – Hasil kajian akademik yang dilakukan oleh lima perguruan tinggi negeri dan swasta menegaskan bahwa wilayah Garut Selatan (Garsel) sangat layak untuk dimekarkan menjadi daerah otonomi baru. Berdasarkan laporan akhir kajian Kapasitas Daerah (Kapasda) Calon Daerah Persiapan Kabupaten Garut Selatan, wilayah ini memperoleh skor 448,8 dari total maksimal 500 poin.
Tokoh muda Garut Selatan, Dedi Kurniawan, menyambut positif hasil kajian tersebut. Menurutnya, capaian nilai tersebut menempatkan Garut Selatan dalam kategori wilayah yang sangat layak untuk dimekarkan.
“Bahkan kabupaten/kota terbaik sekalipun skor maksimalnya hanya 500 poin. Garut Selatan meraih 448,8, ini angka yang sangat tinggi dan objektif. Kami sama sekali tidak meragukan hasil kajian ini,” ujar Dedi kepada Garutexpo.com, Selasa, 30 Desember 2025.
Dedi menegaskan, kredibilitas kajian tersebut tidak perlu diragukan karena disusun oleh tim ahli yang terdiri dari tiga profesor dan belasan doktor dari berbagai disiplin ilmu. Ia menyebut, hasil kajian ini dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun kepada publik.
“Tim pengkaji terdiri dari akademisi berpengalaman, sehingga angka ini bukan hasil perkiraan, melainkan hasil analisis ilmiah yang komprehensif. Baik secara metodologi maupun substansi, kajian ini sangat kuat,” tegasnya.
Kajian Kapasda tersebut melibatkan tiga perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Islam Negeri (UIN), serta dua perguruan tinggi swasta, yaitu Universitas Pasundan Garut (Unpari) dan Akademi Digital Bandung. Seluruh peneliti disebut bekerja secara resmi atas nama institusi masing-masing dan mengantongi surat izin serta rekomendasi kampus.
“Selain kredibilitas individu penelitinya, secara institusional kelima perguruan tinggi juga ikut bertanggung jawab atas hasil kajian ini. Artinya, ini bukan kajian abal-abal,” lanjut Dedi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahapan pemaparan (ekspose) di tingkat Kabupaten Garut, Pemerintah Daerah menyambut baik hasil kajian tersebut. Bahkan, Sekretaris Daerah (Sekda) Garut disebut telah memprediksi tingginya nilai Kapasda Garut Selatan.
“Dalam ekspose kemarin, pihak Pemda Garut menyambut baik. Pak Sekda menyampaikan bahwa angka ini sudah diduga karena indikator Kapasda Garut Selatan memang selalu menunjukkan tren positif setiap tahunnya,” jelasnya.
Ke depan, Dedi memastikan pihaknya akan mengawal hasil kajian tersebut dalam proses adu data dan argumentasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat. Ia berharap pemerintah segera mencabut moratorium pemekaran daerah demi percepatan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi Garut Selatan selama ini belum optimal karena keterbatasan rentang kendali. Jika moratorium dicabut, percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa segera terwujud. Jika daerah-daerah maju, maka Indonesia pun akan maju,” tegasnya.(*)






























