GARUTEXPO — Ketua Pemuda Akhir Zaman, Jajang Badruzaman atau yang akrab disapa Abah Muda, melontarkan kritik pedas kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Kritikan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang kini beredar luas di media sosial.
Dalam pernyataannya, Abah Muda menyoroti rencana pemerintah provinsi yang akan mengganti nama Rumah Sakit Al-Ikhsan menjadi Rumah Sakit Welas Asih. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas dan justru berpotensi membuang anggaran negara.
“Nama rumah sakit nggak diganti pun negara nggak akan rugi. Malah kalau diganti, negara bisa rugi dan menghamburkan anggaran negara. Harus mengganti kop surat, mengganti label rumah sakit, dan perizinan pun harus diurus ulang. Itu kan ribet dan hanya membuang-buang anggaran,” kata Abah Muda dalam video tersebut, Senin, 07 Juli 2025.
Ia pun menekankan agar Gubernur Jabar lebih mengutamakan program-program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, terutama di sektor infrastruktur, lingkungan, dan penyediaan lapangan kerja.
“Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi lebih baik berpikir bagaimana jalan-jalan bisa mulus, khususnya di Kabupaten Garut yang sekarang sedang dikerjakan. Fokus menyejahterakan masyarakat Jawa Barat, fokus bagaimana gunung-gunung tidak dirusak, fokus membuka lapangan kerja biar masyarakat Jawa Barat bisa bekerja, dan fokus membuat program-program yang dapat dirasakan oleh semua masyarakat Jawa Barat,” ujarnya tegas.
Abah Muda pun berharap Kang Dedi Mulyadi tidak sibuk mengurusi hal-hal administratif yang dinilainya tidak mendesak.
“Sudahlah Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, jangan sibuk ngurusin nama rumah sakit. Lebih baik fokus dan semangat bagaimana caranya supaya masyarakat Jawa Barat bisa sejahtera,” tandasnya. (AR)






























