Garutexpo.com – Komitmen membentuk karakter religius siswa terus diperkuat oleh Mts Darul Fitri Leles. Sekolah berbasis keagamaan ini secara konsisten menerapkan program sholat berjamaah sebagai bagian dari pembiasaan harian, tidak hanya pada bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun ajaran.
Program tersebut mendapat perhatian saat Kabiro Kabupaten Garut menyambangi imam sholat yang juga merupakan pegawai Kantor Urusan Agama Kecamatan Leles, usai pelaksanaan sholat Dzuhur berjamaah, Selasa (3/3/2026).
Penyuluh KUA Kecamatan Leles, Mubarok, menyampaikan bahwa pelaksanaan sholat berjamaah di Mts Darul Fitri Leles telah menjadi program tetap sekolah. Bahkan, kegiatan itu diperkuat dengan sholat Dhuha bersama setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Ya, alhamdulillah di Mts Darul Fitri untuk kegiatan sholat berjamaah itu tidak hanya dilaksanakan di bulan Ramadhan. Di luar bulan Ramadhan pun itu sudah menjadi program dan pembiasaan yang harus dilakukan di sekolah, bahkan ditambah lagi pagi-paginya sholat Dhuha bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, pembiasaan sholat Dhuha bersama sudah berjalan cukup lama. Sementara itu, sholat Dzuhur berjamaah kini semakin rutin dilaksanakan, terutama sejak diberlakukannya sistem full day school di sekolah tersebut.
“Kalau untuk sholat Dhuha bersama-sama itu sudah lama. Nah, untuk sholat berjamaah Dzuhur itu terutama yang paling rutin sekarang-sekarang, apalagi sejak diberlakukannya full day,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam dua hingga tiga tahun terakhir, sistem full day membuat pelaksanaan sholat Dzuhur berjamaah di masjid sekolah berjalan lebih tertib dan terjadwal.
“Sekarang hampir dua sampai tiga tahun ini sudah mulai full day, sehingga sholat Dzuhur itu berjamaah di masjid,” sambungnya.
Dengan sistem pembelajaran sehari penuh, waktu siswa menjadi lebih terstruktur. Hal ini memudahkan pihak sekolah dalam mengontrol serta membimbing siswa untuk melaksanakan ibadah secara disiplin dan berjamaah di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Wakasek Mts Darul Fitri Leles, Darul Salam, berharap program pembiasaan ini mampu menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa sholat merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar bagi setiap umat Islam.
“Harapannya sesuai dengan apa yang ditegakkan dalam agama, karena sholat itu sudah menjadi kewajiban. Jadi kita menanamkan kewajiban itu melalui pembiasaan. Tidak hanya di rumah, di sekolah pun menjadi kewajiban kita untuk mengingatkan dan menumbuhkan kesadaran kepada siswa bahwa sholat merupakan kewajiban bagi umat Islam,” ungkapnya.
Ia juga berharap kebiasaan baik tersebut terus melekat dalam diri siswa, tidak hanya selama berada di lingkungan sekolah, tetapi juga saat berada di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan terus dibiasakan, anak-anak terbiasa sholat berjamaah, terutama sholat berjamaah di manapun mereka berada,” tambahnya.
Melalui konsistensi program ibadah harian ini, MTs Darul Fitri Leles berupaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat. Pembiasaan ibadah di lingkungan sekolah diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.(*)

