in

Mediasi Panas di Bayongbong! Terkuak Dugaan NIK Ganda, Rokayah Bertahun-tahun Tak Pernah Terima BPNT Meski Namanya Terdaftar

Garutexpo.com – Suasana mediasi di Aula Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Kamis (16/10/2025), mendadak memanas setelah terungkap dugaan adanya NIK ganda dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kasus ini mencuat setelah seorang warga Desa Karyajaya bernama Rokayah mengaku tidak pernah menerima bantuan sosial selama bertahun-tahun, meski namanya tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Mediasi tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Camat Bayongbong, Kepala Desa Karyajaya, Pendamping PKH, perwakilan Bank Mandiri, serta staf Kesra Kecamatan Bayongbong. Tujuannya untuk mengungkap kejanggalan dalam data penerima BPNT dan mencari kejelasan atas laporan Rokayah.

Rokayah mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah memegang kartu BPNT maupun menerima bantuan dalam bentuk apapun. Padahal, setiap kali pendataan dilakukan, namanya selalu tercantum dalam daftar penerima manfaat. Ia menduga ada pihak lain yang menggunakan identitas atau NIK miliknya untuk mencairkan bantuan tersebut.

Dugaan NIK Ganda Terungkap

Pendamping PKH Desa Karyajaya, Cecep, mengonfirmasi bahwa Rokayah memang tidak memiliki kartu BPNT sejak awal. Hal itu terungkap ketika dilakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial.

“Saat kami lakukan verifikasi data, Bu Rokayah memang tidak pernah memegang kartu BPNT. Kami sudah sarankan agar beliau membuat laporan kehilangan ke pihak kepolisian supaya kartu bisa diterbitkan ulang,” ujar Cecep.

Sementara itu, perwakilan Bank Mandiri, Dadan, menjelaskan hasil pengecekan di sistem perbankan. Menurutnya, nama Rokayah tidak tercatat sebagai penerima BPNT di sistem Bank Mandiri, namun ditemukan bahwa NIK yang dimiliki Rokayah identik dengan NIK penerima lain yang berdomisili di Desa Ciela.

“Secara by name dan by address, nama Rokayah memang tidak ada di sistem penerima BPNT kami. Tapi NIK-nya sama dengan milik orang lain yang tinggal di Desa Ciela,” terang Dadan.

Temuan ini memperkuat dugaan adanya duplikasi atau penyalahgunaan NIK yang menyebabkan bantuan sosial tidak sampai ke tangan penerima sah.

Pihak Rokayah Tak Puas dengan Hasil Mediasi

Meski mediasi sudah berlangsung, pihak Rokayah yang diwakili oleh H. US menyatakan belum puas dengan penjelasan dari pihak bank maupun pendamping sosial. Ia menilai mediasi belum memberikan kejelasan dan transparansi terkait bukti penyaluran bantuan.

“Pihak Bank Mandiri tidak menampilkan bukti serah terima kartu Mandiri tahun 2021, tidak menunjukkan print out mutasi rekening atas nama Rokayah, serta tidak menjelaskan siapa yang mencairkan bantuan itu,” tegas H. US.

Dalam forum tersebut, H. US juga mengajukan sejumlah tuntutan, di antaranya:

1. Bukti serah terima kartu Mandiri tahun 2021.
2. Print out mutasi rekening koran atas nama Rokayah.
3. Bukti pencairan bansos melalui kantor pos.
4. Dokumentasi siapa pihak yang mencairkan bantuan.

Warga Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi

Kasus ini mendapat perhatian serius dari masyarakat. Mereka menilai sistem penyaluran BPNT di tingkat daerah masih lemah dalam pengawasan dan validasi data, sehingga rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Rokayah sendiri berharap kasus yang menimpanya dapat menjadi pelajaran agar pemerintah lebih transparan dan akurat dalam pendataan penerima bantuan sosial.

“Saya hanya ingin bantuan yang menjadi hak saya bisa diterima. Selama ini saya tidak pernah mendapatkan apa pun, padahal nama saya ada di daftar penerima,” tutur Rokayah dengan nada kecewa.

Kasus dugaan NIK ganda dalam penyaluran BPNT di Bayongbong kini menjadi sorotan publik. Warga menunggu tindak lanjut dari Dinas Sosial Kabupaten Garut dan pihak terkait untuk memastikan agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi jatuh ke tangan yang salah.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

IPM Garut Masih Tertahan di RLS 7,85 Tahun, Bupati Ajak Sarjana Baru STAI KH. Badruzzaman Jadi Motor Penggerak Produktivitas Daerah

Musyawarah Cabang 2025 Jadi Titik Balik: Kwarcab Pramuka Garut Didorong Lakukan Transformasi Besar-besaran