Garutexpo.com – Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) berhotmix di Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, menuai sorotan tajam. Proyek senilai Rp 320 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 ini dituding tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum pada papan informasi proyek.
Babinsa Desa Sukalaksana, Heru, mengungkapkan kekecewaannya saat melakukan pemantauan ke lokasi bersama Bhabinkamtibmas. Ia bahkan sempat terlibat ketegangan dengan salah seorang pekerja di lapangan.
“Hotmix ini seharusnya punya ketebalan 4 sentimeter, tapi di lapangan terlihat masih tipis dan kasar, apalagi di tanjakan. Kalau kena hujan, bisa cepat rusak dan habis tergerus,” ujar Heru dengan nada tegas.
Heru menambahkan, dirinya dan Bhabinkamtibmas berhak menegur pelaksana di lapangan, karena proyek ini menggunakan dana desa yang harus dipertanggungjawabkan.
“Pegawai malah membentak saya dan Bhabinkamtibmas. Saya tegaskan, ini proyek rakyat, mandor dan kepala proyek pun bisa dipanggil untuk bertanggung jawab,” imbuhnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Agus, menyayangkan kondisi pembangunan jalan yang disebut tidak sesuai harapan warga. Menurutnya, proyek ini terlihat asal-asalan dan berpotensi merugikan masyarakat.
“Kalau dibangun asal-asalan begini, jelas tidak layak pakai. Padahal anggarannya besar, Rp 320 juta. Kami sebagai masyarakat sangat kecewa,” kata Agus, Minggu, 21 September 2025.
Proyek JUT Hotmix di Kampung Pasir Angin – Tanjakan SD 04 ini memiliki volume 620 x 2,3 x 0,04 meter, dikerjakan oleh CV Sukses Barokah Rahayu dengan waktu pelaksanaan 30 hari. Namun, indikasi ketidaksesuaian di lapangan kini menjadi perhatian aparat dan warga.
Masyarakat berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar agar tidak merugikan warga.(*)






























