Garutexpo.com – Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) V Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Indonesia di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, mendapat tanggapan positif dari peserta. Salah satunya Mulyatno, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, yang menilai forum tersebut memiliki peran penting dalam menghimpun aspirasi dunia pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Mulyatno, Rakornas yang telah memasuki penyelenggaraan kelima ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, menyerap aspirasi guru dan tenaga kependidikan, serta merumuskan rekomendasi bagi kemajuan pendidikan nasional.
“Rakornas ini punya amanat dan misi untuk menghimpun aspirasi dari seluruh guru melalui Dewan Pendidikan, termasuk guru dan tenaga kependidikan. Apa saja yang menjadi aspirasi dan keinginan daerah agar pendidikan bisa lebih maju dan kondusif, semuanya dihimpun dalam forum ini,” ujar Mulyatno saat ditemui di sela-sela kegiatan Rakornas V FDPI di Ballroom Hotel Harmoni Garut, Rabu malam, 14 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, berbagai aspirasi yang telah dihimpun kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah sesuai dengan kewenangan masing-masing. Aspirasi yang berkaitan dengan kebijakan nasional akan diteruskan kepada pemerintah pusat, sedangkan persoalan di tingkat daerah akan disampaikan kepada gubernur, bupati, maupun wali kota.
Mulyatno menilai, mekanisme tersebut penting agar berbagai persoalan dan kebutuhan pendidikan di daerah tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dapat menjadi masukan konkret dalam penyusunan kebijakan pendidikan.
Selain menjadi sarana penyampaian aspirasi, Rakornas juga dinilai memberikan manfaat dalam mempererat silaturahmi antarpengurus Dewan Pendidikan dari berbagai wilayah sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman, pandangan, dan program yang dapat dikembangkan di daerah masing-masing.
Mulyatno Tekankan Pentingnya Realisasi Rekomendasi
Meski mengapresiasi pelaksanaan Rakornas, Mulyatno menegaskan bahwa hal terpenting setelah forum berakhir adalah tindak lanjut terhadap rekomendasi yang telah disepakati.
Menurutnya, keberhasilan Rakornas tidak cukup diukur dari terselenggaranya pertemuan atau banyaknya aspirasi yang disampaikan. Lebih dari itu, rekomendasi yang dihasilkan harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan dan langkah nyata demi meningkatkan kualitas pendidikan.
“Harapan saya, rekomendasi yang tadi disampaikan bisa terealisasi. Kalau rekomendasi itu benar-benar dilaksanakan, tentu harapan untuk meningkatkan pendidikan agar lebih maju bisa terwujud,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan perjuangan bersama dan sinergi yang kuat antara praktisi pendidikan, guru, tenaga kependidikan, Dewan Pendidikan, serta pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menurut Mulyatno, kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Sebab, pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan dari kebijakan pendidikan yang tepat, pemerataan akses, serta dukungan berkelanjutan terhadap para pelaku pendidikan.
Apresiasi Pelaksanaan Rakornas di Kabupaten Garut
Mulyatno juga menyampaikan kesan positif selama mengikuti rangkaian Rakornas V FDPI di Kabupaten Garut. Ia mengapresiasi suasana daerah yang sejuk, tempat kegiatan yang nyaman, serta agenda persidangan yang tersusun dengan baik meskipun berlangsung dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, rangkaian kegiatan selama kurang lebih dua hari tersebut terbilang padat, tetapi tetap berjalan tertib dan lancar. Ia juga menilai kehadiran sejumlah pejabat dari tingkat pusat hingga daerah memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan forum nasional tersebut.
Dalam kegiatan itu, peserta berkesempatan mengikuti agenda yang turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Bupati Garut, Wakil Bupati Garut, serta anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan.
“Kesan-kesannya baik. Tempatnya nyaman, daerahnya juga sejuk. Acaranya memang cukup padat, tetapi semuanya sudah dikemas dengan baik. Agenda persidangan tertata oleh steering committee dan dilaksanakan oleh panitia di Garut, sehingga seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak terlepas dari persiapan panitia dan koordinasi yang baik antarpihak yang terlibat.
Dewan Pendidikan Wonogiri Siap Kawal Hasil Rakornas
Mulyatno mengungkapkan bahwa dirinya hadir bersama rekan-rekan dari kawasan Solo Raya. Rombongan tersebut berjumlah 13 orang, termasuk Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri, yang datang untuk mengikuti sekaligus menyukseskan pelaksanaan Rakornas V FDPI di Garut.
Keikutsertaan rombongan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi antardaerah dan membawa pulang berbagai hasil pembahasan yang dapat menjadi bahan pengembangan pendidikan di wilayah masing-masing.
Ia berharap, hasil Rakornas tidak hanya menjadi dokumen rekomendasi, tetapi juga menjadi pijakan bersama untuk memperbaiki tata kelola pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjawab berbagai persoalan yang dihadapi guru dan tenaga kependidikan.
“Insyaallah kegiatan ini akan semakin bermanfaat ke depannya. Harapan kita bersama, rekomendasi yang dihasilkan bisa ditindaklanjuti sehingga pendidikan di daerah semakin maju dan cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” pungkas Mulyatno.
Pelaksanaan Rakornas V FDPI di Garut pun diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan antardaerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rekomendasi memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pemangku kebijakan, sehingga aspirasi yang dibawa dari berbagai daerah benar-benar memberikan dampak bagi kemajuan pendidikan Indonesia.(*)


