Garutexpo.com — Pemerintah Kabupaten Garut mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk penyelenggaraan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Anggaran tersebut dikelola melalui pos Sekretariat Daerah Kabupaten Garut dan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Selain anggaran utama tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan pagu pendukung sebesar Rp500 juta untuk peringatan hari besar daerah lainnya.
Rangkaian Kegiatan HJG ke-213
Peringatan HJG ke-213 digelar dalam dua tahap, yakni pada Kamis, 12 Februari 2026 dan Rabu, 18 Februari 2026.
Kamis, 12 Februari 2026:
1. Ngawarat Ci Garut — SMPN 1 Garut
2. Mengenang Sejarah Pemerintahan Kabupaten Garut — Titik Nol Kabupaten Garut (Depan BPKAD Kabupaten Garut)
3. Ziarah ke Makam Bupati Garut Pertama RAA Adiwijaya — TPU Cipeujeuh
4. Ziarah ke Makam Bupati Garut III, IV, V, dan XIII — Makam Dalem Kaum (Belakang Masjid Agung Garut)
5. Doa dan Salat Dzuhur Bersama — Masjid Agung Garut
Rabu, 18 Februari 2026:
1. Upacara Peringatan Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut — Alun-Alun Garut/Lapangan Otto Iskandar Di Nata
2. Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Garut
FPPG: Jangan Hanya Habiskan Anggaran!
Ketua Umum Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG), Jajang Mustopa Kamil, menegaskan bahwa anggaran miliaran rupiah tersebut harus diiringi dengan evaluasi nyata terhadap kinerja pemerintahan.
“Jangan hanya habiskan anggaran. Hari jadi harus menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar seremoni tahunan,” tegas Jajang kepada Garutexpo.com, Kamis, 18 Februari 2026.
Menurutnya, Hari Jadi Garut harus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk mengukur sejauh mana pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Hari jadi daerah bukan hanya nostalgia sejarah, tetapi titik ukur keberhasilan pemerintahan terhadap kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Sorotan ke Janji Politik Bupati
FPPG juga menyoroti konsistensi Pemerintah Kabupaten Garut di bawah kepemimpinan Bupati Abdusy Syakur Amin dalam merealisasikan janji kampanye, termasuk program sosial dan pemberdayaan masyarakat desa.
Menurut FPPG, janji politik bukan sekadar strategi untuk meraih suara, melainkan kontrak moral antara pemimpin dan rakyat.
“Janji kepada rakyat adalah janji integritas. Hari jadi harus menjadi pengingat bahwa mandat kepemimpinan berasal dari masyarakat,” tegasnya.
Harus Ada Dampak Nyata
Sebagai daerah dengan potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, dan kerajinan rakyat, Garut dinilai membutuhkan arah kebijakan yang lebih terukur dan berdampak langsung hingga ke tingkat desa.
FPPG mendorong agar momen HJG dijadikan forum terbuka untuk menyampaikan capaian, hambatan, serta rencana solusi pembangunan secara transparan dan objektif.
Mereka berharap peringatan Hari Jadi Garut ke-213 tidak hanya menghadirkan kemeriahan acara, tetapi melahirkan kebijakan konkret seperti:
* Penguatan ekonomi rakyat
* Peningkatan layanan publik
* Pemerataan pembangunan desa
* Peningkatan kesejahteraan masyarakat
Dengan anggaran Rp1,2 miliar yang telah digelontorkan, publik kini menanti: apakah HJG ke-213 menjadi titik balik pembangunan Kabupaten Garut, atau hanya akan dikenang sebagai seremoni megah tanpa perubahan berarti?






























