in

GMNI Garut Minta Usut Tuntas Dugaan Mark Up Anggaran Belanja Sewa Rumah Negara Golongan 1 Pemda Garut

Haerul Bahri, Anggota GMNI Kabupaten Garut

GARUTEXPO– Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Haerul Bahri, anggota Gerakan  Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Garut, berkembangnya informasi terkait dugaan kerugian keuangan daerah dalam pengelolaan keuangan Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Garut selama 5 tahun terakhir telah mengejutkan masyarakat.

“Karena berkaitan dengan kepentingan sosok wakil bupati yang selama ini dikenal dengan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi,” ujar Harul Bahri kepada awak media, Rabu, 08 Mei 2024.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa masalah ini bermula dari berlakunya Kebijakan Bupati Garut Rudy Gunawan pada periode kedua kepemimpinannya (2019-2024), di mana terjadi pengalihan penggunaan Rumah Negara Wakil Bupati di Jalan Patriot menjadi Rumah Dinas Sekretaris Daerah, dan rumah dinas sekda digunakan sebagai kantor tim percepatan daerah.

Berdasarkan Data keuangan terkait anggaran belanja sewa rumah jabatan untuk kebutuhan rumah dinas wakil bupati Garut menarik perhatian masyarakat setelah terungkapnya angka yang signifikan.

Dalam rentang waktu lima tahun, dimulai dari tahun 2019 hingga 2024, anggaran tersebut tercatat sebagai berikut:

Tahun 2019: Rp. 144 juta

Tahun 2020: Rp. 144 juta

Tahun 2021: Rp. 168 juta

Tahun 2022: Rp. 168 juta

Tahun 2023: Rp. 168 juta

Tahun 2024: Pembayaran satu bulan sebesar Rp. 14 juta

Total keseluruhan belanja sewa rumah untuk wakil bupati mencapai Rp. 806.000.000. Namun, peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun menimbulkan dugaan bahwa nilai anggaran belanja sewa tersebut terlalu besar dibandingkan dengan harga sewa yang seharusnya.

Menyikapi hal ini, Haerul Bahri meminta agar langkah-langkah Aparat Penegak Hukum (APH) segera untuk mengusut dugaan tipokor secara tuntas. “jangan dibiarkan terkesan seperti hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah,” tandas Haerul Bahri.

Selain itu, perlu didalami apakah rumah tipe 45 di Vila Intan, yang digunakan sebagai rumah jabatan wakil bupati, masih layak untuk diberikan anggaran belanja rumah tangga wakil bupati dalam jumlah besar seperti yang telah dialokasikan selama beberapa tahun terakhir.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Film Indonesia sebagai Pemacu Wisata: Pengaruh Positif dan Harapan bagi Generasi Baru

Suasana Haru Menyelimuti MAN 1 Garut dalam Pelepasan Siswa Kelas 12