in

Pemerintah dan Masyarakat Garut Bersatu Atasi Dampak Perubahan Iklim di Sungai Cimanuk

GARUTEXPO– Dalam rangka menangani dampak perubahan iklim (DPI), Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut bersama masyarakat setempat mengambil langkah konkrit. Mereka melaksanakan pembuatan tanggul sementara dan normalisasi saluran irigasi di Sungai Cimanuk untuk melindungi lahan pertanian dari ancaman sedimentasi yang parah. Hal ini dilakukan di area kelompok petani (Poktan) Sukahati, Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, dan Poktan Ciawitali, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut Sabtu (4/5/2024).

Menyikapi kondisi tersebut, Penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cilawu, Ria Andriani, menyampaikan bahwa tindakan ini diperlukan karena 250 hektare lahan sawah di daerah Cilawu terancam tidak dapat ditanami akibat sedimentasi yang parah di Sungai Cimanuk.

“Langkah ini melibatkan berbagai pihak seperti unsur Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), kepala desa, dan Poktan yang terdampak,”katanya.

Lebih lanjut Ria menjelaskan bahwa dengan pembangunan tanggul sementara dan normalisasi saluran irigasi, kebutuhan air untuk tanaman dapat tercukupi. Program ketahanan pangan pemerintah juga terjamin karena lahan sawah tetap dapat ditanami, sehingga produktivitas pertanian tidak terganggu. Pentingnya tindakan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Garut dalam menyelesaikan masalah sedimentasi ini.

“Menjaga alam adalah kunci untuk kelangsungan hidup manusia, dan kerusakan alam dapat berdampak buruk bagi kehidupan. Ia juga mengingatkan akan potensi gagal panen di beberapa wilayah jika tindakan tidak segera diambil,” tegas Ria.

Pelaksanaan pembuatan tanggul sementara dan normalisasi saluran irigasi ini melibatkan sekitar 350 orang. Mereka berhasil membangun tanggul sementara dengan dimensi 10 meter panjang, 3 meter lebar, dan 2 meter tinggi. Tanggul ini dibuat dengan penyusunan karung yang diisi pasir di pinggiran saluran irigasi yang jebol. Selain itu, normalisasi saluran irigasi dilakukan untuk memaksimalkan aliran air ke sawah dan mencegah jebolnya tahanan air di sepanjang pinggiran saluran irigasi, dengan total panjang saluran yang dinormalisasi mencapai sekitar 800 meter.

Pengerukan sedimentasi Sungai Cimanuk juga telah dilakukan pada hari Selasa (7/5/2024) menggunakan alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Garut. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah yang dihadapi oleh petani setempat akibat dampak perubahan iklim.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Polres Garut Sita Pulahan Botol Miras dan 1 Ember Tuak

Pantai Sayang Heulang Garut Siap Terhubung ke Pulau dengan Jembatan Baru dan Jalan Utama