GARUTEXPO – Warga masyarakat Kecamatan Karangpawitan Garut, mengeluhkan pembagian bantuan sosial (bansos) untuk rentan stunting yang baru tersalurkan pada bulan Mei. Menurut informasi dari petugas, bansos stunting untuk tahun 2024 dijadwalkan akan disalurkan sebanyak tiga kali. Namun, hingga bulan Juli ini, baru satu kali penyaluran yang terealisasi.
“Pembagian bansos stunting ini seharusnya sudah dilakukan tiga kali tahun ini. Tetapi, sampai sekarang baru sekali saja, yaitu pada bulan Mei,” ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya kepada garutexpo.com, Senin, 07 Juli 2024.
Petugas yang bertanggung jawab atas penyaluran bansos tersebut mengungkapkan bahwa mereka mengalami kendala dalam hal biaya operasional.
“Kami mengalami masalah dengan biaya operasional yang hanya dibayarkan sebesar 50%, selain itu biaya sewa tenda dan barang rusak dari penyaluran sebelumnya juga belum terbayarkan. Bukan hanya di Kecamatan Karangpawitan, Kecamatan lain juga mengalami hal yang sama,” ungkap petugas tersebut.
Masyarakat Kecamatan Karangpawitan sangat berharap agar pihak yang berwenang segera merealisasikan penyaluran bansos berikutnya, terutama mengingat pentingnya bantuan ini dalam mengurangi risiko stunting pada anak-anak.
“Kami sangat membutuhkan bansos ini. Kami mohon agar pihak terkait segera menyelesaikan permasalahan ini dan mempercepat penyalurannya,” harap warga.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal penyaluran bansos berikutnya maupun pencairan biaya operasional yang tertunda. Masyarakat berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi yang cepat dan tepat atas permasalahan ini.(*)






























