GARUTEXPO– Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Garut Kota menggelar Pengajian Akbar di Masjid Lio, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa, 25 Februari 2025. Acara ini menghadirkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Din Syamsuddin, MA, sebagai penceramah utama.
Hadir dalam acara tersebut jajaran PCM Garut Kota, termasuk Ketua PCM Garut Kota, H. Asep Irfan, S.Ag, MH, Sekretaris H. Dede Hidayat, S.Pd, MM, serta perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, seperti H. Nanang Sopyan Hambali dan H. Aceng Maskur, Ketua Majelis Tabligh. Turut hadir pula Aep Saepudin selaku Sekretaris MPI PDM Garut, Dian N selaku Ketua PDPM Garut, serta para Ketua Ortom dan Pimpinan Pontren Al Furqon Cibiuk bersama santri-santrinya.
Dalam tausiyahnya, Prof. Din Syamsuddin membahas makna keberkahan dalam Ramadhan Mubarak. Menurutnya, keberkahan adalah pertemuan dua kebaikan, yaitu kebaikan yang ada di sekitar kita (tsabatul khair) dan tambahan kebaikan dari Allah SWT (ziyadatul khair).
Selain itu, ia juga mengajak jamaah untuk mentadabburkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang puasa dan Ramadhan. Menurutnya, dalam Surah Al-Baqarah ayat 183-189, terdapat lima harapan Allah SWT bagi umat Islam, yaitu:
- La’allakum Tattaqun, yakni agar menjadi orang yang bertakwa, karena tujuan utama ibadah puasa adalah meningkatkan ketakwaan.
- La’allakum Tasykurun, agar senantiasa bersyukur, terutama terhadap hidayah Allah SWT.
- La’allahum Yarsyuduun, yaitu menjadi insan yang mendapat bimbingan atau pencerahan.
- La’allahum Yattaqun, yakni melaksanakan segala ketentuan Allah sebagai bentuk ketakwaan.
- La’allahum Tuflihun, yaitu meraih kebahagiaan atau kemenangan setelah berhasil menggapai kebaikan dan kebenaran.
Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan pandangan Prof. Din Syamsuddin mengenai kinerja Presiden Prabowo setelah 100 hari kerja, khususnya pernyataannya saat ulang tahun Partai Gerindra. Dengan diplomatis, Prof. Din menegaskan bahwa sebagai warga negara yang baik, masyarakat perlu menunggu dan menilai secara objektif kinerja pemerintahan saat ini.
“Kita lihat saja setelah 100 hari kerja, ada menteri yang berkinerja baik, ada juga yang bermasalah. Alhamdulillah, menteri-menteri dari Muhammadiyah bekerja dengan baik. Contohnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang aktif turun ke pesantren dan lembaga pendidikan. Dalam sehari, bisa mengunjungi tiga titik. Bahkan, belum lama ini, Prof. Abdul Mu’ti datang ke pesantren saya di Sumbawa untuk menguji langsung para santri,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai Program Danantara, Prof. Din menyebut bahwa dirinya sempat diundang oleh Tedi dan Sufmi Dasco untuk menghadiri pencanangan program tersebut, namun ia belum memahami detailnya. Meski demikian, sebagai sahabat Prabowo, ia berkomitmen untuk memberikan masukan terkait prioritas program yang benar-benar bermanfaat bagi negara dan rakyat Indonesia.
“Saya sebagai kader Muhammadiyah akan tetap tegas menyuarakan kebenaran. Muhammadiyah adalah gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Jika pemerintah baik, kita dukung. Tapi jika zalim, kita akan mengkritisi dengan lantang,” pungkasnya.( Wahyu)






























