Garutexpo.com — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut, sekelompok Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dari barisan nasionalis membentuk Forum Silaturahmi Kelompok Nasionalis sebagai langkah konsolidasi pemikiran dan peneguhan arah perjuangan ideologis kepemudaan.
Kelompok nasionalis ini terdiri dari GMNI, GSNI, Taruna Merah Putih (TMP), Banteng Muda Indonesia (BMI), dan Pemuda Demokrat Indonesia (PDI). Mereka sepakat bahwa Musda KNPI Garut bukan hanya sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan harus menjadi momentum kebangkitan peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah dan penguatan karakter kebangsaan.
“Kami percaya, Musda KNPI Garut bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tapi bagaimana KNPI mampu melahirkan arah juang baru yang kuat, ideologis, dan berpihak pada rakyat,” ujar Koordinator Forum Silaturahmi Kelompok Nasionalis, Adjie Frastistiady, Jum’at, 1 Agustus 2025.
Forum tersebut merumuskan empat cita-cita strategis sebagai arah baru perjuangan KNPI ke depan:
- KNPI sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Menjadi mitra kritis dan solutif dalam pembangunan daerah, bukan sekadar pelengkap seremoni. KNPI harus ikut menyusun dan mengawal kebijakan yang berpihak pada pemuda dan masyarakat luas. - KNPI sebagai Laboratorium Kaderisasi
Menjadi kawah candradimuka yang melahirkan kader pemimpin masa depan yang berideologi kebangsaan, berpikir tajam, dan berani menyuarakan kebenaran. KNPI bukan hanya tempat perebutan jabatan. - KNPI sebagai Ruang Penguatan Marwah Pemuda
Mewujudkan budaya intelektual, kritis, dan progresif di kalangan pemuda. Forum menekankan pentingnya menjaga semangat pergerakan dan menjawab tantangan zaman, bukan hanya tampil di permukaan. - KNPI sebagai Promotor Persatuan dan Kesatuan
Mendorong dialog lintas organisasi dan latar belakang. KNPI harus menjadi pemersatu pemuda di tengah ancaman polarisasi sosial dan sektarianisme, dengan semangat nasionalisme dan gotong royong.
“Kita semua punya tanggung jawab sejarah menjadikan KNPI sebagai rumah bersama bagi seluruh pemuda Indonesia. Bukan ruang kompetisi sempit, tapi ruang lahirnya gagasan dan solidaritas lintas gerakan,” lanjut Adjie.
Forum Silaturahmi Kelompok Nasionalis juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Musda secara demokratis, etis, dan berorientasi pada kepentingan kolektif pemuda Garut.
“Kita tidak bicara soal siapa yang menang, tapi siapa yang mampu membawa KNPI menjadi kekuatan moral dan strategis. KNPI harus kembali menjadi alat perjuangan, bukan alat kekuasaan,” tegasnya.
Forum ini mengajak seluruh elemen pemuda Garut untuk bersatu menjaga integritas organisasi, merawat semangat nasionalisme, dan menjadikan Musda KNPI sebagai titik awal arah baru perjuangan pemuda yang lebih relevan dan bermakna bagi daerah dan bangsa.(*)






























