in

Ribuan Alumni Padati Ponpes Al-Falah Biru, Haul Masyaikh, Ijtima Hailalah Thoriqoh

Garutexpo.com – Ribuan jamaah Thoriqoh Attijaniyyah, santri, serta alumni Pondok Pesantren (Ponpes)  Al-Falah Biru dari berbagai daerah tumpah ruah memenuhi kompleks pesantren yang berada di Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Selama dua hari, Kamis–Jumat (28–29/8/2025), kawasan pesantren berubah menjadi lautan manusia dalam perhelatan akbar yang dirangkaikan dengan Haul Masyaikh, Ijtima Hailalah Thoriqoh Attijaniyyah, Halaqoh Ilmiyah, Reuni Akbar Alumni, Muhadloroh, hingga Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana religius dan penuh kekhusyukan, melainkan juga menjadi momentum besar silaturahmi serta konsolidasi jamaah dan alumni. Kehangatan ukhuwah Islamiyah terasa menyelimuti setiap agenda, mempertemukan kembali para santri lintas generasi yang pernah menimba ilmu di pesantren legendaris tersebut.

Rangkaian acara dibuka pada Kamis, 28 Agustus 2025, malam dengan Haul Masyaikh. Ratusan alumni dan jamaah tampak khusyuk berdoa di pusara para sesepuh pesantren, termasuk almarhum almaghfurllah pendiri sekaligus tokoh sentral Pondok Pesantren Al-Falah Biru yang telah berjasa besar dalam dakwah dan pendidikan Islam.

Bagi alumni, haul ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah perjalanan batin untuk kembali merasakan kedekatan spiritual dengan para guru. Banyak di antara mereka yang terharu, mengenang masa-masa saat dibimbing langsung oleh para masyaikh. Haul ini disebut sebagai “pulangan spiritual”, sebuah momentum yang meneguhkan kembali ikatan batin alumni dengan pesantren serta mengingatkan akan perjuangan para ulama terdahulu yang membangun pondasi dakwah di Garut dan sekitarnya.

Selepas haul, acara berlanjut dengan Halaqoh Ilmiyah pada Kamis malam pukul 20.00 WIB. Forum ini dihadiri ulama, muqoddam, imam hailalah, santri, dan alumni lintas generasi. Diskusi berlangsung hangat dengan tema utama seputar tantangan modernitas terhadap thoriqoh Attijaniyyah, sekaligus penguatan peran amalan seperti lajimah, wadzifah, dan hailalah dalam kehidupan sehari-hari.

Para narasumber menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan ajaran yang diwariskan para masyaikh agar tetap relevan di tengah arus globalisasi. Halaqoh ini bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga ruang musyawarah untuk merumuskan langkah strategis dalam memperluas dakwah thoriqoh, sekaligus memperkokoh tradisi keilmuan yang menjadi ciri khas pesantren.

Foto: Para Alumni Pondok Pesantren Al-Falah Biru sesuai melakukan Ziarah ke sesepuh Pondok Pesantren Al-Falah Biru, Jum’at, 29 Agustus 2025.

Pada Jumat pagi 29 Agustus 2025, suasana pesantren semakin padat oleh kehadiran para alumni dari berbagai daerah hingga luar daerah kabupaten Garut. Dalam agenda silaturahmi dan musyawarah, dibahas peran alumni dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, hingga ekonomi. Forum ini menegaskan bahwa alumni Al-Falah Biru memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi motor penggerak kebaikan di tengah masyarakat.

Konsolidasi alumni juga berfungsi mempertemukan generasi lama dan baru. Para senior memberikan wejangan, sementara generasi muda berbagi semangat baru. Pertemuan ini memperlihatkan kesinambungan yang kuat, seolah menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan thoriqoh Attijaniyyah.

Memasuki Jumat siang, puncak acara berlangsung dengan khidmat. Ribuan jamaah memenuhi setiap sudut kompleks pesantren. Kegiatan diawali dengan ziarah kepada sesepuh pondok pesantren AlFalah Biru, lalu dilanjutkan tahlil, pembacaan Sholawat Addebai, dan Ijtima Hailalah Dzikir Wadzifah yang dipimpin oleh para imam hailalah.

Suasana syahdu menyelimuti majelis. Lantunan shalawat, dzikir dan doa bergema serentak, menciptakan getaran spiritual yang mendalam. Bagi banyak jamaah, momen ini menjadi pengalaman rohani yang memperkuat keimanan serta menambah semangat dalam mengamalkan ajaran Rasulullah SAW.

Pada malam harinya, acara ditutup dengan Idzotul Hasanah. Tausiyah, muhasabah, serta lantunan sholawat oleh santri dan alumni berpadu dalam suasana religius yang hangat. Para penceramah menekankan pentingnya menjaga warisan dakwah, memperkuat akhlak, dan membumikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Rangkaian kegiatan bertajuk “Haul, Ijtima & Reuni Akbar Thoriqoh Attijaniyyah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW” ini menegaskan kembali peran Pondok Pesantren Al-Falah Biru sebagai pusat spiritual dan dakwah di Garut. Ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir bukan hanya untuk mengenang, tetapi juga untuk merajut komitmen baru dalam menjaga nilai-nilai Islam.

Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Al-Falah Biru tetap kokoh sebagai pilar pendidikan, dakwah, dan ukhuwah. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan melahirkan gelombang kebangkitan dakwah yang berakar pada cinta kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, serta penghormatan kepada para guru dan ulama.

Pesantren Al-Falah Biru sekali lagi memperlihatkan bahwa tradisi dan spiritualitas mampu menyatukan umat dalam satu majelis penuh makna, menghadirkan kesejukan iman sekaligus energi baru untuk menebarkan dakwah di tengah tantangan zaman.

Ditulis oleh Kang Zey

Pesta Maut Anak Gubernur & Wabup Garut: Pemuda Akhir Zaman Datangi Polda Jabar Kawal Kasus Tragedi Pendopo

Pensiunan ASN Distan Garut Dilantik Jadi Kepengurusan PWRI, Mampukah Jadi Motor Baru Pembangunan Daerah?