in

SukaSuka

Dari TPS Jadi Mushola, Warga Sukakarya Ubah Bau Sampah Jadi Wangi Ibadah

Garutexpo.com – Warga RW 11 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, berhasil mengubah sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menjadi mushola yang nyaman untuk beribadah. Transformasi lingkungan ini disambut positif oleh masyarakat, termasuk Kepala Kelurahan Sukakarya, E.A Rustandi, S.IP., M.A.P., yang menilai langkah tersebut sebagai inovasi luar biasa.

Rustandi menuturkan, TPS yang dulunya menimbulkan bau menyengat dan kerap dikeluhkan warga karena sampahnya sering masuk ke permukiman saat hujan, kini berubah wajah menjadi pusat kegiatan ibadah.

“Kami ingin mengubah citra lingkungan ini dari yang sebelumnya identik dengan sampah, menjadi pusat kegiatan keagamaan. Alhamdulillah, berkat kebersamaan warga, hal ini bisa terwujud,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Pembangunan mushola ini murni hasil swadaya masyarakat dengan dukungan berbagai pihak. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah kelurahan, RW, dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat besar bagi lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Rustandi, menjelaskan bahwa pada awal masa jabatannya di tahun 2023/2024, ia mengambil langkah tegas dengan menutup Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di wilayah RW 11. Menurutnya, keberadaan TPS tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Rustandi memaparkan, TPS itu kerap menimbulkan bau menyengat, pencemaran udara, bahkan berpotensi menimbulkan penyakit bagi warga sekitar. Di musim hujan, sampah yang berserakan sering terbawa ke jalan hingga masuk ke rumah warga, serta menyebabkan kemacetan.

“Alhamdulillah, TPS yang dulunya menimbulkan masalah sekarang bisa berubah menjadi tempat yang bermanfaat, yaitu mushola untuk kegiatan ibadah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.

Rustandi juga berharap pada tahun 2025, masyarakat dapat lebih berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan mendukung pengalihan fungsi TPS menjadi fasilitas yang bermanfaat.

“Kita ingin tempat yang dulunya jadi TPS bisa benar-benar dimanfaatkan, apakah menjadi mushola, posyandu, atau sarana lain yang dibutuhkan warga. Dan Alhamdulillah, rencana pembangunan mushola ini bisa terealisasi berkat kerja sama semua pihak,” tuturnya.

Sementara itu, Salah satu tokoh masyarakat, Asep, mengapresiasi perubahan ini. Menurutnya, mushola bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol kesadaran baru warga akan pentingnya kebersihan lingkungan. “Dulu orang enggan lewat sini karena bau, sekarang malah jadi tempat yang menyejukkan hati,” ungkapnya.

Pihak kelurahan juga memberikan penghargaan khusus bagi warga RW 11 atas kreativitas dan kepeduliannya dalam mengelola ruang publik. Rustandi berharap inisiatif ini dapat menginspirasi wilayah lain untuk menciptakan terobosan serupa yang mengedepankan nilai kebersamaan dan religiusitas.

Kini, warga RW 11 Kelurahan Sukakarya tak hanya menikmati lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga memiliki mushola yang mempererat kebersamaan serta menumbuhkan suasana religius di tengah permukiman.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Ribuan Warga Garut Tercoret dari BPJS PBI, Bupati Perintahkan Camat dan Kades Bergerak Cepat

Dua Anggota DPRD Garut Diduga Jadi Pengecer Pupuk Subsidi, Picu Sorotan Publik