in

Semua Kades di Samarang Hadiri Rakor, Bahas Permasalahan Desa

Garutexpo.com – Seluruh kepala desa (kades)di Kecamatan Samarang yang terdiri dari 13 desa kompak menghadiri rapat koordinasi (rakor) perdana yang digelar Forkopimcam Samarang, Kabupaten Garut, Senin (29/9/2025). Rakor ini memiliki makna penting, sebab menjadi pertemuan resmi pertama setelah Kecamatan Samarang kini dipimpin camat dan sekretaris camat (sekmat) definitif, usai hampir dua tahun dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Rakor yang berlangsung di Aula Kecamatan Samarang ini dihadiri unsur Forkopimcam, para kepala desa, ketua TP PKK desa, kepala UPT, kepala KUA, hingga pendamping program sosial. Kehadiran mereka menandai awal yang baru dalam membangun sinergi pemerintahan desa dan kecamatan.

Camat Samarang, Bambang Isnanei Fathan, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kekompakan para kepala desa yang hadir penuh. Menurutnya, semangat kebersamaan ini menjadi modal utama dalam menggerakkan roda pemerintahan di tingkat desa.

“Kita sangat siap mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat maupun kabupaten. Semua demi kelancaran roda pemerintahan di desa-desa. Dengan komunikasi yang intens, kita harap pelayanan masyarakat semakin baik,” ujar Bambang.

Dalam rakor tersebut, sejumlah persoalan desa mengemuka. Salah satunya mengenai bantuan sosial, terutama keluhan warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah tidak lagi mendapatkan bantuan. Permasalahan ini langsung ditanggapi oleh pendamping PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang turut hadir, sehingga kades memperoleh penjelasan langsung terkait mekanisme verifikasi data penerima manfaat.

Isu lain yang menjadi sorotan adalah pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Apdesi Kecamatan Samarang, Ade Muhamad Sopian, menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola dapur MBG dengan pemerintah desa, khususnya BUMDes dan koperasi lokal.

“Di BUMDes kita ada unit yang mengelola ayam pedaging, ayam petelur, beras, hingga sembako. Kalau ada koordinasi yang baik, menu MBG bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membantu perputaran ekonomi lokal. Intinya semua ini demi kesehatan anak-anak dan peningkatan kesejahteraan warga,” ungkap Ade.

Selain itu, Forkopimcam juga menekankan urgensi mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (satkamling). Para kades diminta mendata jumlah pos satkamling yang masih berfungsi dan yang sudah tidak aktif di setiap RW. Data ini dianggap penting untuk memperkuat kembali keamanan wilayah, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya rawan peningkatan tindak kriminalitas.

Isu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta program pembangunan desa juga turut dibahas. Camat meminta agar pemerintah desa dapat terus memotivasi warganya dalam memenuhi kewajiban pajak sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Rakor berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan masukan, mulai dari kendala program desa hingga peluang kolaborasi dengan kecamatan dan instansi vertikal. Tidak hanya membahas teknis pemerintahan, rakor ini juga menjadi sarana silaturahmi antara pimpinan baru kecamatan dengan para pemangku kepentingan desa.

Forkopimcam Samarang berharap rakor ini menjadi langkah awal memperkuat komunikasi lintas sektor. Dengan adanya koordinasi rutin, diharapkan tidak hanya persoalan desa bisa segera teratasi, tetapi juga lahir inovasi baru dalam membangun Kecamatan Samarang yang lebih maju dan sejahtera.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Garut Cetak 140 Ton Jagung! Kapolda Jabar Puji, Ada Teknologi Baru yang Siap Ubah Cara Petani Panen

Garut Tempati Posisi Ketiga Kasus Perceraian di Jawa Barat, Penyuluh KUA Samarang Ungkap Fakta Mengejutkan