in

Tapak Sampeyan Eyang di Cikelet Terancam Rusak, Ketua Dewan Adat Sunda Garut Serukan Pelestarian Situs Leluhur

Foto: Kang Oos Supyadin Ketua Dewan Adat Sunda Kabupaten Garut.

Garutexpo.com — Jejak sejarah dan warisan leluhur Sunda di Kabupaten Garut kembali menjadi perhatian. Situs Tapak Sampeyan Eyang yang berada di Lebak Ciseundeuhan, kawasan hutan Perhutani Cikelet, kini dilaporkan mulai mengalami kerusakan akibat korosi yang dipicu aliran air Kali Ciseundeuhan.

Kondisi tersebut mengundang keprihatinan Ketua Dewan Adat Sunda Kabupaten Garut, Kang Oos Supyadin. Ia mendorong semua pihak untuk memberikan perhatian serius terhadap keberadaan situs yang diyakini memiliki nilai historis dan kultural bagi masyarakat Sunda tersebut.

Dalam keterangannya, Kang Oos mengungkapkan bahwa dirinya akhirnya dapat menyaksikan langsung keberadaan situs itu setelah memperoleh petunjuk dari sumber yang selama ini merawat Tapak Sampeyan Eyang.

Kunjungan tersebut dilakukannya bersama Enan, cucu Aki Enyeng, sosok yang semasa hidupnya dikenal turut merawat patilasan atau tempat peninggalan leluhur tersebut.

Pengalaman menyaksikan langsung situs itu menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan masyarakat akan perlunya menjaga peninggalan sejarah yang masih tersisa di wilayah Garut Selatan.

Berkaitan dengan Tokoh dalam Sejarah Kandangwesi

Kang Oos menjelaskan, sosok Eyang Ciseundeuhan yang dikaitkan dengan patilasan tersebut merujuk pada tokoh bernama Dalem Wanantaka, yang dalam tradisi sejarah lokal disebut sebagai salah satu tokoh dalam susunan Kandangwesi.

Tokoh tersebut dikaitkan dengan masa Kerajaan Sumedang Larang, pada periode pemerintahan Raja Rangga Gempol I atau Raden Aria Suriadiwangsa, putra Prabu Geusan Ulun, yang disebut berlangsung sekitar 1601–1625 Masehi.

Dalam tradisi setempat, Sembah Dalem Wanantaka dikenal sebagai salah satu tokoh penguasa legendaris yang menempati posisi penting dalam struktur leluhur atau kepemimpinan wilayah Kandangwesi.

Kisah dan keterkaitan historis tersebut menjadi bagian dari memori budaya masyarakat yang perlu ditelusuri serta didokumentasikan secara lebih mendalam agar tidak hilang ditelan zaman.

Meski demikian, penelusuran terhadap sumber sejarah dan bukti arkeologis tetap diperlukan untuk memperjelas asal-usul, usia, serta keterkaitan situs Tapak Sampeyan Eyang dengan tokoh-tokoh yang disebut dalam tradisi lokal.

Tergerus Air Kali, Pelestarian Situs Perlu Segera Diperhatikan

Di balik nilai sejarah dan kulturalnya, kondisi fisik Tapak Sampeyan Eyang kini menjadi perhatian. Kang Oos menyebut patilasan tersebut mulai mengalami kerusakan akibat korosi yang berkaitan dengan aliran air Kali Ciseundeuhan.

Jika tidak mendapat perhatian, kerusakan yang terus berlangsung dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan peninggalan tersebut. Karena itu, upaya pelestarian dinilai perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi yang berwenang di kawasan Perhutani, pemerhati sejarah, budayawan, hingga masyarakat setempat.

Langkah awal yang dapat dilakukan meliputi pendataan kondisi situs, dokumentasi sejarah dan bentuk fisiknya, serta kajian teknis untuk mengetahui penyebab kerusakan dan menentukan langkah perlindungan yang tepat.

Upaya tersebut penting agar pelestarian tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi tetap memperhatikan keaslian dan nilai historis situs.

Jangan Biarkan Jejak Leluhur Hilang

Bagi Kang Oos Supyadin, keberadaan Tapak Sampeyan Eyang bukan sekadar peninggalan fisik di kawasan hutan. Situs itu juga menjadi pengingat akan pentingnya merawat ingatan kolektif, tradisi, dan identitas budaya masyarakat Sunda.

Ia pun mendorong semua pihak agar tidak menunggu sampai kerusakan semakin parah untuk mengambil tindakan nyata.

Pelestarian situs sejarah, menurut semangat seruan tersebut, bukan hanya tanggung jawab satu kelompok atau komunitas adat, melainkan kepedulian bersama agar warisan leluhur tetap dapat dikenal dan dipelajari oleh generasi mendatang.

Sebab, ketika sebuah peninggalan sejarah hilang tanpa dokumentasi dan kajian yang memadai, bagian dari jejak perjalanan budaya masyarakat berisiko ikut terlupakan.

Rahayu.

Kang Oos Supyadin
Ketua Dewan Adat Sunda Kabupaten Garut.

Ditulis oleh Kang Zey

Warga Miskin Masuk Desil Tinggi, BPJS PBI Terancam Nonaktif! Yudha Puja Turnawan Cari Jalan Keluar

Video Kericuhan KOD Cup U-23 Garut Viral! Polisi Bantah Kabar Korban Meninggal Dunia