Garutexpo.com – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Panti Asuhan Darul Falah, kawasan Pasir Domas, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (18/10/2026). Puluhan santri, santriah, dan jamaah mengikuti doa bersama untuk memperingati 100 hari wafatnya almarhumah Ratu Ratna Zita binti TB Adjidji Abdurahman, istri dari H. Atjeng Muhyidien.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sosok almarhumah sekaligus memanjatkan doa agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Doa bersama dipimpin langsung oleh Rd. H. Aas Kosasih, M.Si. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat, menghadirkan suasana religius yang sarat dengan nilai kebersamaan, ketulusan, dan penghormatan kepada almarhumah.
Kehadiran para santri dan santriah Panti Asuhan Darul Falah bersama jamaah lainnya menambah makna dalam kegiatan tersebut. Lantunan doa yang dipanjatkan bersama menjadi ungkapan kepedulian sekaligus ikhtiar spiritual untuk mendoakan almarhumah yang telah berpulang ke rahmatullah.
Momentum Mengenang dan Memanjatkan Doa
Peringatan 100 hari wafatnya almarhumah bukan sekadar menjadi kesempatan untuk mengenang, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya mendoakan orang-orang yang telah mendahului serta mempererat tali silaturahmi di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam suasana penuh ketenangan, para peserta memanjatkan doa agar almarhumah Ratu Ratna Zita binti TB Adjidji Abdurahman memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dilapangkan alam kuburnya, dan mendapatkan rahmat-Nya.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, momen tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan mengikhlaskan kepergian orang tercinta sembari terus mengirimkan doa.
Melalui kegiatan doa bersama di Masjid Panti Asuhan Darul Falah ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kepedulian, dan kebersamaan terus terpelihara di tengah masyarakat Garut.
Semoga almarhumah Ratu Ratna Zita binti TB Adjidji Abdurahman mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan, termasuk H. Atjeng Muhyidien, senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.(*)


