GARUTEXPO, BANDUNG – Merayakan Hari Kartini yang jatuh pada Senin, 21 April 2025, Atalia Praratya tampil membagikan pesan mendalam tentang ketegaran, kecerdasan, dan perjuangan perempuan Indonesia. Namun, yang membuat publik terenyuh sekaligus penasaran adalah bagaimana unggahan itu terasa seperti cerminan kondisi pribadinya yang tengah diterpa isu sensitif: dugaan perselingkuhan sang suami, Ridwan Kamil, dengan mantan model majalah dewasa.
Meski tak menyebut langsung persoalan rumah tangganya, unggahan Atalia dipenuhi makna yang kuat dan menginspirasi. Ia menekankan pentingnya perempuan untuk tetap bersinar, tidak menyerah, dan terus membuka wawasan—persis seperti semangat yang diwariskan oleh R.A. Kartini.
“Dari R.A Kartini kita belajar, bahwa menjadi ‘terang’ haruslah diperjuangkan. Wanita bisa menjadi pelita; maka jangan pernah lelah untuk membuka wawasan, menambah pengetahuan dan bersemangat mempelajari hal-hal baru,” tulis Atalia di Instagram, dikutip Selasa, 22 April 2025.
Dalam momen perenungan Hari Kartini itu, Atalia juga menyinggung soal pentingnya menjadi perempuan cerdas yang tidak mudah diperdaya oleh situasi maupun orang lain. Sebuah pesan yang oleh sebagian warganet ditafsirkan sebagai bentuk refleksi pribadi atas kondisi yang sedang ia alami.
“Perempuan yang cerdas TIDAK akan mudah tertipu, dia punya banyak pilihan hidup, untuk menentukan masa depannya. Menjadi wanita adalah takdir, namun menjadi wanita cerdas adalah pilihan,” tulisnya penuh makna.
“Maka, jadilah perempuan yang Merdeka Sejak Pikiran,” tambah Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.
Tak butuh waktu lama, unggahan itu dibanjiri komentar dari netizen. Banyak yang memuji keberanian dan ketegaran Atalia. Tak sedikit pula yang membaca makna tersirat di balik setiap kalimat yang ia unggah.
“Suka kata-katanya: menjadi wanita adalah takdir, menjadi cerdas adalah pilihan. Selamat Hari Kartini, Ibu Cinta. Kartini masa kini, inspirasi wanita Indonesia,” tulis seorang netizen.
“Ini baru Kartini mahal—elegan, bersahaja, nggak kayak sebelah si karung goni pink,” sindir akun lainnya.
“Ibu, teruslah bersinar terang, jangan pernah redup,” tulis warganet penuh semangat.
Atalia Praratya kembali membuktikan bahwa semangat Kartini bukan hanya soal sejarah, melainkan napas perjuangan perempuan masa kini—yang bahkan di tengah badai, tetap bisa berdiri tegak dan menjadi cahaya.(*)






























