Garutexpo.com – Isu dugaan dua anggota DPRD Kabupaten Garut memiliki kios pupuk bersubsidi mencuat dan menjadi sorotan publik. Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, akhirnya buka suara untuk meluruskan kabar tersebut.
Aris menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung terhadap dua anggota dewan yang disebut-sebut memiliki kios pupuk bersubsidi. Menurutnya, berdasarkan pengakuan keduanya, tuduhan itu tidak benar.
“Ya, kita kan tidak bisa menduga-duga. Saya harap informasi ini benar-benar valid. Tapi secara pribadi, memang pernah saya konfirmasi, dan mereka menyatakan tidak memiliki kios pupuk bersubsidi,” ujar Aris saat ditemui garutexpo.com, Rabu 18 September 2025.
Ia menambahkan, konfirmasi itu dilakukan segera setelah isu tersebut ramai diberitakan. “Kemarin, ketika pemberitaan muncul, saya langsung panggil dan konfirmasi. Mereka menegaskan tidak memiliki kios pupuk bersubsidi,” lanjutnya.
Namun, saat ditanya mengenai kemungkinan kepemilikan kios yang diatasnamakan keluarga anggota dewan, Aris memberikan penjelasan hati-hati. Menurutnya, kepemilikan kios secara administrasi tercatat jelas dalam dokumen resmi.
“Kalau pemilik ini yang tertera di administrasi, ya itu yang sah. Terlepas soal pemodal atau hal lainnya, yang dipandang itu tetap administrasinya,” ucap Aris.
Meski demikian, Aris menegaskan bahwa jika suatu saat terbukti ada anggota DPRD yang terlibat langsung dalam pengelolaan kios pupuk bersubsidi, hal itu tidak dapat dibenarkan. Ia mengingatkan bahwa barang subsidi bersumber dari uang negara sehingga tidak pantas dikelola oleh anggota dewan.
“Sebetulnya begini, kalau memang terbukti nanti, saya akan sarankan ke teman-teman anggota dewan: janganlah memiliki kios pupuk subsidi, apalagi sampai SK tertera atas nama anggota DPRD. Kita ini fungsinya pengawasan, budgeting, dan legislasi, bukan mengelola barang subsidi,” tegasnya.
Aris juga menekankan bahwa peran anggota dewan harus tetap menjaga integritas. “Barang subsidi itu jelas ada uang negara. Nah, uang negara tidak boleh dikelola oleh anggota DPRD. Itu saran saya, termasuk untuk diri saya sendiri,”terangnya.***






























