GARUTEXPO – Gerakan Aksi Solidaritas Palestina (GASOLINE) yang diinisiasi oleh Garut Human Movement (GHM) berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp13.524.000 untuk Palestina dalam acara yang digelar pada Sabtu (14/9/2024). Kegiatan bertajuk Peace Ride From Garut City to Pacific Ocean for Freedom ini dimulai dari halaman Islamic Center Kabupaten Garut dan berakhir di Pantai Sayangheulang, Kecamatan Pameungpeuk.
Konvoi kendaraan roda dua dan empat mewarnai kegiatan ini, sambil melakukan penggalangan dana sepanjang rute yang dilewati. GHM sebelumnya telah mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Garut serta masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam donasi tersebut.
Di Pantai Sayangheulang, acara diisi dengan berbagai kegiatan, seperti kampanye *Freedom for Palestine*, aksi bersih pantai, sosialisasi tentang bencana megathrust, donor darah, serta bazar UMKM.
Camat Pameungpeuk, Dadang Muhidin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
“Gerakan ini perlu didukung oleh semua pihak, karena ini bukan hanya masalah agama, tetapi juga masalah kemanusiaan. Penggalangan dana yang dilakukan untuk disalurkan melalui BAZNAS sangat membantu meringankan beban mereka yang ada di Palestina,” ujarnya.
Dadang juga berharap masyarakat Kabupaten Garut terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Kita harus mendukung kegiatan ini agar berjalan lancar dan optimal, sehingga bantuan kita dapat tersalurkan dengan baik kepada saudara-saudara kita di Palestina,” tambahnya.
Ketua Panitia, Aam Moh. Jalaludin, menyatakan rasa syukur atas kesuksesan acara ini. Ia menjelaskan bahwa awalnya ada sekitar 200 motor yang ikut dalam konvoi, namun jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 500 kendaraan saat tiba di Pantai Sayangheulang.
“Alhamdulillah, kami bisa bersama-sama mensukseskan acara ini demi membela saudara kita di Palestina,” ucap Aam.
Ia menegaskan pentingnya terus menggelorakan solidaritas bagi Palestina, baik dari aspek kemanusiaan maupun keagamaan.
“Kita akan terus gaungkan gerakan ini, bahkan bisa sebulan sekali atau dua bulan sekali, selama kekerasan di Palestina masih terjadi,” tambahnya.
Aam juga mengajak umat Islam untuk terus mendoakan kebebasan Palestina setelah melaksanakan sholat lima waktu dan berinfaq untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Acara GASOLINE ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Garut untuk terus menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.(*)






























