Garutexpo.com – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut (HJG) ke-213 dinilai tidak boleh berhenti pada seremoni dan pesta rakyat semata. Momentum tahunan ini justru harus menjadi alarm serius bagi pembenahan sektor pendidikan, terutama terkait masih banyaknya jabatan kepala sekolah yang berstatus Pelaksana Tugas (PLT) dalam waktu lama.
Di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Garut, jabatan kepala sekolah diketahui masih diisi PLT bahkan telah berlangsung lebih dari satu tahun. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat stabilitas tata kelola sekolah serta berdampak pada kualitas layanan pendidikan kepada siswa.
Kepala sekolah merupakan pemimpin manajerial tertinggi di satuan pendidikan. Ia berperan menentukan arah kebijakan sekolah, pengelolaan anggaran, pembinaan guru, hingga peningkatan mutu pembelajaran. Namun ketika jabatan tersebut terlalu lama dijabat PLT, kewenangan pengambilan keputusan menjadi terbatas karena bersifat sementara.
Anggota Dewan Pendidikan Garut, Asep Nurjaman, menegaskan bahwa sekolah membutuhkan pemimpin definitif agar program berjalan optimal.
“Sekolah membutuhkan pemimpin definitif. PLT terlalu lama membuat program tidak berjalan maksimal karena banyak keputusan strategis tertunda,” ujar Asep Nurjaman kepada Garutexpo.com, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurutnya, dampak dari kondisi tersebut cukup terasa di lapangan. Berbagai program pengembangan sekolah, inovasi pembelajaran, hingga perencanaan jangka panjang kerap tidak berjalan optimal karena kepemimpinan yang belum permanen.
Dalam praktik administrasi pemerintahan, penunjukan PLT sejatinya hanya bersifat sementara sampai pejabat definitif ditetapkan. Penugasan berkepanjangan dinilai tidak selaras dengan prinsip kepastian tata kelola organisasi serta berpotensi menimbulkan stagnasi kebijakan di tingkat sekolah.
Sejumlah guru juga mengakui adanya keraguan dalam menjalankan program baru. Mereka khawatir mengambil langkah strategis tanpa kepastian kewenangan pimpinan yang definitif.
“Kami menunggu kepastian. Banyak program harus hati-hati karena kepala sekolah masih PLT,” ungkap seorang tenaga pendidik yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat pun berharap peringatan hari jadi daerah menjadi momentum refleksi terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan. Sektor pendidikan dipandang sebagai fondasi pembangunan jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Garut di masa depan.
Asep Nurjaman mendorong pemerintah daerah segera melakukan proses seleksi kepala sekolah secara transparan, objektif, dan berbasis kompetensi. Menurutnya, penataan jabatan kepala sekolah secara definitif merupakan langkah awal pembenahan sistem pendidikan agar lebih profesional dan berkelanjutan.
“Hari jadi harus jadi evaluasi, bukan hanya panggung hiburan. Masa depan daerah bergantung pada pendidikan,” tegasnya.
Dengan adanya kepala sekolah definitif, diharapkan manajemen sekolah lebih stabil, program pendidikan berjalan berkesinambungan, serta mutu pembelajaran meningkat.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Garut ke-213 pun diharapkan menjadi titik awal pembenahan nyata dunia pendidikan di Garut demi masa depan generasi muda yang lebih baik.(*)






























