GARUTEXPO – Ada yang menarik di balik gemericik air dan rimbunnya pepohonan di Kampung Kawung Luwuk, Desa Padamulya, Kecamatan Pasirwangi, Garut. Sebuah tempat wisata alam bernama Tujuh Curug Cimanganten, menyimpan kisah unik yang belum banyak diketahui publik.
Dari kejauhan, suara air terjun terdengar memanggil, seolah mengundang siapa pun untuk menapaki jejaknya. Namun bukan hanya keindahannya yang memikat, melainkan juga kisah di balik nama “Cimanganten” yang mengundang rasa penasaran.
Dalam bahasa Sunda, “Cimanganten” konon berasal dari kata “timanten” yang berarti “dari mana.” Cerita turun-temurun menyebutkan bahwa dahulu, setiap ada orang luar yang mandi di curug ini, warga kerap bertanya dengan dialek khas, “Timanten?” Seiring waktu, sebutan itu melekat dan menjadi identitas kawasan mata air ini.
Tujuh Curug Cimanganten menyuguhkan tujuh air terjun alami dengan ketinggian antara dua hingga tiga meter. Airnya jernih, dingin, dan tak pernah kering bahkan saat kemarau panjang. Mata airnya bahkan telah diuji laboratorium dan dinyatakan aman untuk diminum langsung.
Destinasi ini berada sekitar 1,5 kilometer dari jalan raya. Untuk mencapainya, pengunjung harus melewati pemukiman warga, hamparan sawah, kebun, serta sungai jernih yang menambah kesan damai dan alami sepanjang perjalanan.
“Curug ini bukan sekadar tempat wisata, tapi juga sumber kehidupan warga kami,” ungkap Ahmad Juandi, Ketua LPM Desa Padamulya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Padamulya, Deden Sutarwan. Ia menilai mata air Tujuh Curug Cimanganten sebagai aset wisata yang perlu dijaga kelestariannya. “Potensinya luar biasa. Kami terus berupaya mengembangkan tempat ini tanpa menghilangkan nuansa alaminya,” katanya.
Fasilitas di kawasan ini cukup lengkap. Tersedia musala, toilet, saung untuk beristirahat, hingga area parkir untuk roda dua dan empat. Beberapa warung juga menyediakan makanan dan minuman tradisional khas daerah.
Harga tiket masuk sangat bersahabat, hanya Rp 5.000 per orang. Tak heran jika pengunjung dari Bogor, Cianjur, Bandung, hingga Tasikmalaya kerap datang untuk melepas penat dan menikmati kesejukan alam.
Jika Anda mencari tempat liburan yang belum terlalu ramai dan masih alami, Tujuh Curug Cimanganten bisa jadi pilihan tepat. Tapi ingat, keindahan ini bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga untuk dijaga agar tetap lestari.
Sudah siap menjawab pertanyaan “Timanten?” saat pertama kali menginjakkan kaki di sana?






























