in

Misteri Gunung Papandayan: Dari Letusan Dahsyat Abad ke-18 hingga Lahirnya Nama Cisurupan

Garutexpo.com – Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Garut, tak hanya menjadi magnet wisata alam, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang sarat tragedi sekaligus menjadi asal-usul nama wilayah sekitarnya.

Sejarawan Garut, Warjita, mengungkapkan bahwa Papandayan mulai dikenal luas sejak peristiwa letusan besar pada abad ke-18, sekitar tahun 1700-an. Letusan tersebut meluluhlantakkan ratusan desa, menelan ribuan korban jiwa, serta meninggalkan kawah raksasa berbentuk tapal kuda yang masih dapat disaksikan hingga kini.

“Letusan itu menimbulkan suara desisan bercampur aroma belerang yang sangat kuat. Suaranya menyerupai bengkel pandai besi tempat ditempa golok, pisau, hingga tombak. Dari situlah kemudian lahir nama Papandayan,” jelas Warjita, Sabtu (20/9/2025).

Tak hanya meratakan permukiman, letusan itu juga menenggelamkan sungai serta kolam di sekitarnya. Dari fenomena tersebut kemudian lahir nama Cisurupan, yang dalam bahasa Sunda berasal dari kata cai (air/sungai/kolam) dan surup (tenggelam/hilang). Dengan demikian, Cisurupan berarti tempat di mana air sungai dan kolam hilang atau tenggelam.

Memasuki abad ke-19, pesona Papandayan mulai menarik perhatian wisatawan asing. Pemerintah kolonial Belanda bahkan mendirikan Grand Hotel Cisurupan, sebuah penginapan mewah yang dilengkapi kolam renang. Fakta sejarah ini terdokumentasi dalam buku Garoet en Omstreken karya Van Dijk pada tahun 1921.

“Papandayan sudah lama dikenal wisatawan Eropa. Mereka terpesona bukan hanya oleh panorama kawah dan hutan yang eksotik, tetapi juga oleh kisah mistis serta sejarah unik yang menyelimutinya,” tambah Warjita.

Kini, Gunung Papandayan tetap menjadi ikon wisata Garut dengan daya tarik alamnya seperti Hutan Mati, kawah aktif, hingga padang bunga edelweiss. Namun, di balik keindahan yang memikat, gunung ini menyimpan jejak kelam letusan besar yang sekaligus melahirkan identitas Cisurupan dan sekitarnya.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Bupati Garut Buka Kartu di Rakor Jabar

Kesederhanaan yang Bermakna: Maulid Nabi di Masjid Al-Irsad Satukan Warga Babakan Jati