in

Tangis Ketua RT Pecah di Talegong, Kartu Bansos Janda Miskin Diduga Dicuri

Ilustrasi

Garutexpo.com – Suasana haru bercampur amarah menyelimuti Kampung Curug Sumpel, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Tangis Ketua RT 03, Eis, pecah di hadapan warga setelah terungkap dugaan raibnya kartu bantuan sosial (bansos) milik seorang janda miskin bernama Ilah (58), warga RT 03 RW 04, yang diduga dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Peristiwa memilukan itu terungkap pada pekan ini. Ketua RT Eis tak kuasa menahan emosinya saat menyaksikan langsung kondisi warganya yang hidup dalam keterbatasan, namun hak bantuan pemerintah yang seharusnya diterima justru tak pernah sampai ke tangan penerima.

Dengan suara bergetar dan air mata mengalir, Eis mengungkapkan kekecewaannya di hadapan warga.

“Dia itu janda miskin, tiap hari menunggu bantuan dari pemerintah. Lihat rumahnya, rumah panggung penuh lubang, jauh dari kata layak. Tapi haknya malah diambil orang lain,” ujar Eis sambil menangis, Minggu, 28 Desember 2025.

Menurutnya, Ilah selama ini menggantungkan harapan hidup dari bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun hingga kini, bantuan tersebut tak pernah diterima. Kondisi itu memunculkan dugaan kuat bahwa kartu bansos milik Ilah telah disalahgunakan oleh pihak lain.

“Bagaimana hati nurani kalian? Enak menikmati hak orang miskin, sementara dia menunggu setiap hari dengan harapan kosong,” lanjutnya dengan nada geram.

Jeritan hati Ketua RT tersebut menggugah empati warga sekitar. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya turut mengungkapkan keprihatinan mendalam dengan nada religius dan emosional.

“Masya Allah… luar biasa jeritan hati Bu RT. Melihat warganya yang haknya dianiaya oleh oknum pengemban amanah. Teu teungteuingeun, ngerik hate. Jelema bereun, bantuan kalah dianiaya hakna, bari cenah ku jelema nu ngarti,” ungkapnya.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa pihak yang diduga menguasai kartu bansos tersebut merupakan seorang oknum yang memiliki jabatan strategis di desa, yakni Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukamulya. Namun hingga berita ini diturunkan, dugaan tersebut belum disertai klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.

Kasus ini memicu kemarahan warga dan melahirkan desakan keras agar aparat penegak hukum, instansi sosial terkait, serta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, transparan, dan berkeadilan.

Warga menilai, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Masyarakat berharap pemerintah desa, pendamping sosial, hingga aparat penegak hukum tidak menutup mata dan segera mengusut tuntas kasus ini, demi memastikan hak-hak warga miskin benar-benar terlindungi dan tidak lagi dirampas oleh oknum yang menyalahgunakan kewenangan.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Ancaman Pembunuhan Berbahasa Sunda Menggema, GAPTA Desak Polda Jabar Bongkar Aktor Intelektual Penjarahan Bansos di Talegong

Ribut Retribusi di Pantai Santolo Berujung Luka, Ibu Rumah Tangga Jadi Korban Pukulan