GARUTEXPO – Keindahan Pantai Sayangheulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, tercemar tumpukan sampah saat libur Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Sampah-sampah yang berserakan di area wisata ini menjadi pemandangan yang mengganggu kenyamanan para pengunjung.
Pantauan tim garutexpo.com di lokasi, Jum’at (4/4/2025) siang, berbagai jenis sampah seperti bekas makanan, minuman kemasan, dan kulit kelapa muda terlihat mencemari bibir pantai. Sejumlah tong sampah yang disediakan pengelola pun tampak sudah penuh dan terguling, menyebabkan sampah bertebaran tertiup angin.
Salah seorang pengunjung asal Kota Cimahi, Agus, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai pengelola tidak tanggap dalam menangani lonjakan pengunjung yang datang selama libur Lebaran.
“Tong sampah penuh, tidak dikosongkan, akhirnya berserakan ke mana-mana. Kami membayar tiket masuk, tapi tidak mendapat fasilitas kebersihan yang layak. Ini sangat disayangkan,” ujarnya saat diwawancarai garutexpo.com dilokasi tersebut.
Tingginya antusiasme wisatawan ke Pantai Sayangheulang terlihat dari banyaknya kendaraan dengan pelat luar daerah seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Banten, Karawang, bahkan pelat BK (Sumatera Utara), BE (Lampung), dan L (Surabaya).
Namun, lonjakan kunjungan tersebut tampaknya tidak diimbangi dengan kesiapan pengelola dalam menjaga kebersihan. Hal ini turut dikeluhkan oleh warga sekitar yang merasa prihatin dengan kondisi pantai yang kotor dan semrawut.
“Pemkab Garut jangan hanya menarik karcis masuk. Kalau tidak dibarengi dengan tanggung jawab menjaga kebersihan, ya ini jadinya. Pantai jadi kotor dan memalukan,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Mereka berharap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan sampah dan memperbaiki sistem pengelolaan kebersihan di objek wisata unggulan tersebut.
Tanpa penanganan serius, citra Pantai Sayangheulang sebagai salah satu primadona wisata Garut Selatan bisa tercoreng di mata wisatawan lokal maupun luar daerah.(Iwan Setiawan)






























