GARUTEXPO – Suasana meriah terlihat di Gedung Green Patriot, Jl. Baru Ci Panas, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis, 06 Juni 2024, dengan banyak pelajar berkumpul dalam berbagai model pakaian, mulai dari setelan jas, kemeja, batik, kebaya, hingga dress. Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata di tempat tersebut sedang diadakan acara wisuda siswa kelas XII SMA Negeri 17 Garut angkatan ke-24 tahun pelajaran 2023/2024.
Acara ini dihadiri oleh 337 siswa dari jurusan IPA dan IPS, serta orang tua siswa, guru, staf TU, pengurus komite, dan tamu undangan, termasuk Kepala KCD XI yang diwakili oleh pengawas pembina, Ibu Titin Qomariyah, S.Ag., MM.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 17 Garut, Drs. Kustan Santana, M.Pd., menjelaskan bahwa 337 siswa kelas XII tahun pelajaran 2023/2024 telah mengikuti ujian sekolah atau Penilaian Akhir Jenjang dan dinyatakan lulus 100% dalam rapat pleno kelulusan pada 4 Mei 2024.
“Siswa sekarang memasuki fase kedua yang menentukan masa depan mereka, apakah menjadi orang sukses atau gagal, tergantung usaha dan kerja keras mereka,” ujar Kustan.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada guru-guru atas bimbingan dan dedikasinya, kepada komite sekolah atas dukungan dan kerjasamanya, serta kepada orang tua siswa yang telah mendukung anak-anak mereka hingga lulus.
“Tidak semua siswa akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, ada juga yang akan memasuki dunia kerja,” tambahnya. Kustan menutup sambutannya dengan doa agar para siswa menjadi orang yang sholeh dan sholehah serta sukses di masa depan.
Sambutan dari komite sekolah yang diwakili oleh Drs. Dudu Abdul Fatah mengucapkan selamat kepada kepala sekolah atas keberhasilannya membawa SMA Negeri 17 Garut ke arah yang lebih berkembang.
“Pada masa kepemimpinan Kustan Santana, banyak prestasi yang diraih oleh siswa, baik akademik maupun non-akademik. Ada 14 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan, sementara yang lainnya masih menunggu hasil SBMPTN,” ungkap Dudu.
Dudu juga mengumumkan bahwa 14 siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan, di antaranya:
1. Zahra Amatul Qudus diterima di UIN Bandung jurusan Fisika
2. Gilang Novaldi diterima di PNJ jurusan Usaha Jasa Konvensi Perjalanan Intensiv dan Pameran
3. Siti Masdriah diterima di UPI Bandung jurusan Rekayasa Perangkat Lunak
4. Dilfa Salsa Bila diterima di UNSIL jurusan Teknologi Pangan Hasil Pertanian
5. Muhammad Saepuloh diterima di UNSIL jurusan Agribisnis
6. Anggi Aprilia diterima di UPI Bandung jurusan Pendidikan Fisika
7. M. Naufal Raza P diterima di UPI Bandung jurusan Kepelatihan Fisik Olahraga
8. Aghnia Nur Ismail diterima di UNSIL jurusan Pendidikan Jasmani
9. M. Rafly Hadiansyah diterima di UPI Bandung jurusan Pendidikan Teknik Otomotif
10. Nurul Habibah diterima di UNSIL jurusan Pendidikan Geografi
11. Raka Lenderayana diterima di UNSIL jurusan Teknik Elektro
12. Tini diterima di UNSIL jurusan Ekonomi Syariah
13. Erna Maulani A diterima di UNSIL jurusan Perbankan Keuangan
14. Reva Mutiara A diterima di UPI jurusan Pendidikan Teknik Mesin
Lebih lanjut Dudu menjelaskan, siswa juga meraih prestasi dalam berbagai ajang non-akademik seperti karate, silat, futsal dan lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu guru yang telah bekerja keras tanpa lelah mendidik, membimbing, melatih dan memotivasi siswanya dengan dedikasi yang tinggi sehingga berhasil meraih kesuksesan.
Dudu mengakhiri sambutannya dengan doa agar para siswa menjadi orang yang sholeh dan sholehah serta bermanfaat bagi orang lain.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 17 Garut, Dra. Teni Ati Kusmiati. M. Pd mengungkapkan bahwa banyak sekali prestasi yang telah diraih oleh para siswa sekolah SMAN 17 Garut dalam berbagai bidang.
“Kemarin kami sudah meraih banyak prestasi dalam Olimpiade. Selain itu, kami juga berpartisipasi dalam Gerakan Literasi Nusantara dan Alhamdulillah, SMAN 17 Garut mendaftarkan dua tim dan keduanya mendapat penghargaan dari Provinsi Jawa Barat.”ungkapnya.
Teni juga menyebutkan prestasi siswa dalam bidang olahraga. Ada juga juara karate internasional atas nama Haidar. Kompetisi tersebut berlangsung di Jawa Barat dan dia berhasil menjadi juara secara berturut-turut di tingkat internasional.
“Kami berharap para siswa yang telah lulus agar dapat menjaga nama baik sekolah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” imbuh Teni.
Selain diisi dengan upacara adat, perpisahan ini juga diisi dengan berbagai penampilan seni dari para siswa, seperti tarian tradisional, paduan suara, dan penampilan musik. Acara juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik dan non-akademik, serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.
Salah satu siswa kelas XII, Julfa, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada guru dan orang tua yang telah memberikan dukungan selama ini.
“Kami sangat berterima kasih atas semua ilmu dan bimbingan yang telah diberikan. Kami akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik di masa depan,” kata Julfa.
Acara perpisahan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi kepada siswa kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 17 Garut. Pihak sekolah berharap para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan semangat dan tekad yang kuat.






























