in

Siswa SMAN 6 Garut Meninggal Dunia, Ini Kronologi Lengkap Versi Sekolah

Garutexpo.com — Kabar duka datang dari SMAN 6 Garut. Seorang siswa bernama Priya Nailuredha Thoriq dilaporkan meninggal dunia pada Senin, 14 Juli 2025, pukul 05.00 WIB. Pihak sekolah melalui Kepala Sekolah SMAN 6 Garut, Dadang Mulyadi, S.Pd., menjelaskan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Priya Nailuredha Thoriq tercatat sebagai siswi kelas X-10 pada Tahun Pelajaran 2024/2025 di SMAN 6 Garut. Ia merupakan lulusan MTs Al Khoiriyyah Karangpawitan Garut dan terdaftar dengan wali kelas Ibu Yulia Wulandari, S.Pd.

Menjelang kenaikan kelas, pada Rabu, 25 Juni 2025, pihak sekolah melaksanakan rapat verifikasi kenaikan kelas. Dalam rapat tersebut, Priya dinyatakan tidak naik kelas karena terdapat tujuh mata pelajaran yang nilainya belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

“Pada hari itu juga orang tua Priya kami panggil melalui wali kelas dan guru BK untuk dikonfirmasi apakah nilai-nilai tersebut akan diperbaiki. Namun pihak orang tua menyerahkan sepenuhnya pada keputusan sekolah dan sudah menerima anaknya tidak naik kelas,” jelas Dadang Mulyadi, dalam keterangan resminya, Selasa, 15 Juli 2025.

Pada Kamis, 26 Juni 2025, orang tua Priya membuat unggahan di Instagram pribadi dengan judul “Ingin bercerita tentang Nasib malang anakku di SMAN 6 Garut”. Saat pembagian rapor, orang tua Priya tidak hadir ke sekolah dan baru mengambil rapor pada sore hari dengan bertemu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, H. Dani Ramdani.

“Pihak sekolah menjelaskan opsi yang tersedia, yaitu Priya tetap melanjutkan sekolah di SMAN 6 Garut dengan mengulang di kelas X atau pindah sekolah ke kelas XI. Namun orang tua Priya memutuskan untuk pindah sekolah,” lanjut Dadang.

Meski sudah dijelaskan, pada Jumat berikutnya orang tua Priya kembali membuat status di media sosial yang menyebut anaknya dipaksa pindah sekolah. Pihak SMAN 6 Garut membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan.

Tak berhenti di situ, orang tua Priya juga membuat status lain yang menyebut bahwa anaknya mengalami perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, termasuk pengakuan bahwa Priya sempat dipukuli teman sekelas. Namun, pihak sekolah membantah tuduhan tersebut.

“Pihak sekolah menegaskan bahwa kejadian pemukulan di kelas tidak pernah terjadi,” tegas Dadang.

Pihak sekolah sempat menunggu orang tua Priya datang kembali pada Senin, 30 Juni 2025, untuk mengambil rapor, namun hingga waktu yang dijanjikan, orang tua tidak datang. Dua minggu kemudian, tepatnya Senin, 14 Juli 2025, pihak sekolah mendapat kabar duka bahwa Priya telah meninggal dunia pada pukul 5 pagi.

“Kami seluruh keluarga besar SMAN 6 Garut menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Priya Nailuredha Thoriq. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Kepala Sekolah SMAN 6 Garut.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Saksi Pernikahan Anak Gubernur Dedi Mulyadi Bikin Kaget: Ketua MPR dan Menag Duduk Bersanding

Kapolsek Samarang Edukasi Siswa Baru Soal Tertib Lalu Lintas dan Etika Berkendara Saat MPLS