Garutexpo.com – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan tertib, SMK Al Farizi Leles bekerja sama dengan Polsek Leles menggelar razia penertiban kendaraan bermotor milik siswa yang menggunakan knalpot tidak standar (brong), pada Senin (28/07/2025).
Kegiatan tersebut digelar di lingkungan sekolah sebagai respon atas banyaknya keluhan dari masyarakat sekitar yang merasa terganggu oleh suara bising kendaraan pelajar. Selain mengganggu ketenangan, penggunaan knalpot brong juga melanggar aturan lalu lintas dan berisiko mengganggu keselamatan.
Kapolsek Leles, AKP Wawan, S.H., menyampaikan apresiasinya terhadap langkah proaktif pihak sekolah yang menggandeng kepolisian dalam kegiatan edukatif ini.
“Kami sangat mengapresiasi langkah SMK Al Farizi yang secara proaktif menggandeng kami dalam kegiatan edukatif ini. Tujuannya bukan semata-mata penindakan, tapi juga pembinaan agar siswa memahami pentingnya keselamatan dan etika berkendara,” ujarnya.
Dalam razia tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah kendaraan siswa yang terindikasi menggunakan knalpot brong. Pihak sekolah mencatat data pemilik kendaraan, sementara aparat kepolisian langsung memberikan pembinaan kepada para pelanggar di tempat.
Sebanyak 10 unit knalpot tidak standar diamankan sebagai barang bukti, dan rencananya akan dilimpahkan ke Polres Garut untuk dimusnahkan sebagai bagian dari penegakan hukum.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan efek jera sekaligus menumbuhkan kesadaran di kalangan pelajar untuk tidak lagi memodifikasi kendaraan secara ilegal,” tambah AKP Wawan.
Sementara itu, Kepala SMK Al Farizi menegaskan komitmen sekolah untuk terus menjalin sinergi dengan aparat dalam membentuk karakter peserta didik yang taat hukum dan bertanggung jawab.
“Kami ingin siswa kami tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar hukum dan beretika dalam kehidupan sosial, termasuk dalam berlalu lintas,” ujar Kepala Sekolah.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar semakin meningkat, serta tercipta suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.(*)






























