Garuexpo.com– Ratusan guru madrasah dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Garut, Rabu (1/10/2025). Dengan tertib, mereka menyampaikan aspirasi melalui aksi damai sekaligus audiensi bersama pemerintah daerah.
Kedatangan para guru madrasah ini bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan kesetaraan dalam dunia pendidikan. Mereka yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia menyuarakan lima tuntutan utama yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti.
Adapun lima poin tuntutan tersebut, yaitu:
1. Rekomendasi Pengangkatan ASN/PPPK: Dukungan Pemda kepada Pemerintah Pusat (Komisi VIII) agar guru madrasah diangkat menjadi ASN/PPPK.
2. Perhatian Pemerintah Daerah: Harapan adanya kepedulian dan perhatian lebih dari Pemda terhadap guru madrasah.
3. Jaminan Sosial: Permintaan jaminan sosial seperti BPJS dan jaminan hari tua.
4. Kesetaraan Hak (Level Playing Field): Menuntut adanya kesamaan hak dan kesempatan dalam kebijakan pendidikan.
5. Kendaraan Operasional: Permohonan adanya kendaraan operasional untuk mendukung mobilitas guru madrasah.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, menerima langsung aspirasi para guru di Ruang Rapat Paripurna DPRD.
Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi cara penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan tertib. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya menindaklanjuti tuntutan tersebut sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
“Tadi kita menyimak apa yang menjadi harapan mereka. Sesuai kewenangan, insyaAllah akan kita penuhi,” ujar Bupati.
Bupati menyebut, pihaknya bersama DPRD, Sekda, dan Wakil Bupati akan membahas kemungkinan alokasi anggaran melalui APBD Perubahan.
“Anggaran inilah yang nantinya diharapkan menjadi wujud kesungguhan kami untuk membantu teman-teman guru madrasah,” tegasnya.
Selain itu, Bupati memastikan bahwa jaminan BPJS merupakan hak warga Garut, termasuk guru madrasah, sehingga pemerintah daerah tetap berkewajiban memfasilitasi hal tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, mengapresiasi aksi damai yang berjalan kondusif. Ia menegaskan, DPRD akan menindaklanjuti hasil audiensi ini bersama pemerintah daerah.
“Kami memahami kondisi guru madrasah. Aspirasi yang disampaikan ini akan kami perjuangkan agar ada kebijakan yang lebih berpihak kepada mereka,” ungkap Aris.
Aksi damai ini berlangsung tertib hingga akhir acara. Para guru berharap komitmen pemerintah daerah tidak hanya sebatas janji, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.***






























