in

Bupati Garut Luncurkan SATATA ASN, Pengurusan Kepegawaian Bakal Lebih Cepat dan Transparan

Garutexpo.com – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam meningkatkan tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui inovasi digital yang terintegrasi. Salah satunya dengan menghadirkan Sistem Akses Terpadu Tata Kelola ASN (SATATA) yang dirancang untuk mempermudah seluruh layanan kepegawaian di lingkungan Pemkab Garut.

Menurut Bupati, kehadiran SATATA akan membuat proses pengajuan dan pelayanan kepegawaian menjadi lebih mudah, cepat, terintegrasi, serta akurat karena menggabungkan sejumlah aplikasi yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

“Untuk mempermudah proses pengajuan kepegawaian agar lebih mudah, lebih cepat, dan terintegrasi. Selain itu juga lebih akurat karena nanti ada delapan aplikasi yang diefisienkan menjadi satu aplikasi yang terintegrasi. Ini tentu sangat baik sekali,” ujar Abdusy Syakur saat wawancara oleh sejumlah awak media, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan, integrasi berbagai aplikasi kepegawaian tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan administrasi ASN, tetapi juga menjadi fondasi dalam pengembangan manajemen talenta di Kabupaten Garut.

Menurutnya, Pemkab Garut ingin memastikan seluruh ASN mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kinerja, prestasi, dan potensi yang dimiliki.

“Kami ingin ASN di Garut merasa diperlakukan dengan adil. Kesempatan itu harus bergantung pada kinerja. Ada dua hal yang menjadi dasar penilaian, yaitu kinerja dan potensi atau prestasi yang dimiliki pegawai,” katanya.

Lebih lanjut, Syakur menuturkan bahwa sistem tersebut akan mendukung peningkatan indeks profesionalisme ASN sekaligus membantu pemerintah memetakan profil kompetensi pegawai secara lebih akurat.

Pemkab Garut juga tengah mendorong pelaksanaan uji kompetensi secara masif. Pada tahun ini, sekitar 2.000 ASN ditargetkan mengikuti penilaian kompetensi sebagai bagian dari upaya membangun sistem manajemen talenta yang objektif.

“Kami berharap pada tahun 2027 seluruh ASN Garut sudah memiliki hasil penilaian kompetensi. Dengan begitu, kita bisa memberikan penilaian yang lebih adil dan objektif,” ungkapnya.

Bupati mengakui bahwa penerapan sistem terintegrasi tersebut bukan pekerjaan mudah. Karena itu, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada komitmen seluruh pimpinan perangkat daerah.

“Kalau Pemerintah Kabupaten Garut, saya dan Wakil Bupati sudah berkomitmen penuh. Tinggal bagaimana seluruh SKPD didorong untuk menjalankannya, karena implementasi sistem sangat bergantung pada komitmen pimpinan,” tegasnya.

Ia optimistis ASN Kabupaten Garut memiliki kemampuan dan potensi yang besar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Berbagai capaian daerah selama ini, termasuk dalam pengendalian inflasi dan tata kelola pemerintahan, menjadi bukti bahwa ASN Garut mampu bekerja secara profesional.

“Kita punya bukti bahwa orang Garut bisa bekerja dengan baik, bahkan lebih dari rata-rata. Tinggal bagaimana kita mendorong mereka agar lebih termotivasi, bekerja lebih ikhlas, lebih jujur, dan lebih efisien,” katanya.

Melalui SATATA, Bupati juga akan lebih mudah melakukan pemantauan terhadap berbagai proses layanan kepegawaian, mulai dari absensi hingga pelayanan administrasi yang dilakukan oleh masing-masing SKPD.

Sebagai contoh, proses pengajuan pensiun ASN nantinya dapat dipantau secara menyeluruh mulai dari tingkat perangkat daerah hingga Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Kalau ada ASN yang mengajukan pensiun, kita bisa melihat bagaimana proses pelayanannya dari SKPD sampai ke BKD. Jadi bisa diketahui apakah pelayanan berjalan cepat atau tidak,” jelasnya.

Menurut Syakur, pelayanan kepada ASN merupakan bagian penting dari pelayanan publik secara keseluruhan. Dengan layanan kepegawaian yang cepat dan mudah, ASN dapat lebih fokus menjalankan tugas utama mereka dalam melayani masyarakat.

“Pelayanan itu bukan hanya kepada masyarakat secara langsung, tetapi juga kepada sesama ASN. Kalau mereka dipermudah dan dipercepat urusannya, maka mereka akan lebih fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait kemungkinan integrasi dengan platform **SEGARUT**, Bupati menjelaskan bahwa SATATA dan SEGARUT memiliki fungsi yang berbeda. SEGARUT berfokus pada pelayanan kepada masyarakat, sedangkan SATATA secara khusus ditujukan untuk pelayanan kepegawaian.

“SEGARUT lebih ke pelayanan masyarakat, sementara SATATA untuk pelayanan pegawai. Komunitas penggunanya berbeda. Namun ke depan mungkin profil atau ringkasan data pegawai yang bersifat umum bisa disajikan, tentu dengan tetap memperhatikan informasi yang memang layak diketahui publik,” pungkasnya.

Dengan hadirnya SATATA, Pemerintah Kabupaten Garut berharap tata kelola ASN menjadi semakin modern, transparan, dan berbasis kinerja, sehingga mampu mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional serta pelayanan publik yang lebih optimal kepada masyarakat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

RANCAGE-GARUT dan SATATA Resmi Diluncurkan, Garut Tancap Gas Wujudkan Birokrasi ASN Modern Berbasis Teknologi

Air Mata Haru dan Kebanggaan Warnai Akhirussanah MTs-SMA Nurul Amin, Lepas Generasi Beriman Menuju Masa Depan Gemilang