Garutexpo.com — Dewan Pendidikan Kabupaten Garut menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, khususnya bullying (perundungan) dan pelecehan seksual. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi aktif bersama Kementerian Agama Kabupaten Garut.
Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, H. Atep Lutfi, menyatakan bahwa lembaganya siap bersinergi dengan seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag.
“Kami dari Dewan Pendidikan siap berkolaborasi dengan mitra satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama Kabupaten Garut. Dengan kepemimpinan Dr. H. Saepulloh sebagai Kepala Kemenag Garut, kami optimis program-program perlindungan anak di madrasah dapat dilaksanakan secara sistematis, berkelanjutan, dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya, Jum’at, 18 Juli 2025.
Kolaborasi ini akan dijalankan melalui berbagai langkah strategis, di antaranya:
Sosialisasi dan edukasi terpadu mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan madrasah.
Pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sesuai regulasi yang berlaku.
Pelatihan guru dan tenaga kependidikan agar mampu mendeteksi serta merespons kasus kekerasan dengan cepat dan tepat.
Penyediaan layanan konseling dan pelaporan yang ramah anak dengan dukungan lembaga terkait.
Penguatan literasi akhlak dan digital bagi siswa sebagai langkah pencegahan perilaku menyimpang di dunia nyata maupun maya.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya membangun sinergi antara seluruh elemen pendidikan untuk menciptakan iklim belajar yang aman, inklusif, dan selaras dengan tuntunan agama.
Kerja sama ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk memastikan lingkungan pendidikan, khususnya di madrasah, menjadi ruang yang mendukung terbentuknya karakter peserta didik yang cerdas, berakhlak mulia, dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan.(*)






























