Garutexpo.com — Kinerja Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (Satgas TPPKSP) Kabupaten Garut mendapat sorotan tajam dari Dewan Pendidikan. Pasalnya, keberadaan tim yang dibentuk melalui Keputusan Bupati Garut Nomor 100.3.3.2/KEP.1209-DISDIK/2023 itu dinilai belum efektif menekan angka kekerasan di lingkungan sekolah.
Anggota Dewan Pendidikan, Asep Nurjaman, menilai Satgas TPPKSP selama ini hanya sekadar formalitas untuk memenuhi syarat administrasi, bukan benar-benar bekerja menangani persoalan mendasar.
“Implementasi Satgas TPPKSP ini masih jauh dari harapan, fungsinya belum optimal. Ini harus jadi evaluasi menyeluruh, jangan sudah dibentuk tapi tidak bekerja. Ini PR kita semua untuk segera bergerak menuntaskan masalah kekerasan pada anak di satuan pendidikan di Garut,” tegas Asep, Kamis (24/7/2025).
Asep menambahkan, kasus kekerasan dan perundungan di sekolah masih kerap terjadi dan mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Ia menilai seharusnya Satgas TPPKSP tidak hanya sibuk menanggapi kasus yang sudah muncul, tetapi juga aktif melakukan identifikasi, pencegahan, serta penanganan secara komprehensif.
“Jangan sudah ada kejadian baru kita bergerak, itu konyol. Harusnya sejak awal Satgas ini bergerak melakukan langkah-langkah pencegahan yang efektif agar kasus-kasus bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.
Menurut Asep, keberadaan Satgas TPPKSP seharusnya sejalan dengan amanat Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan. Dalam Pasal 4, telah ditegaskan tujuan perlindungan tersebut meliputi pencegahan, penghapusan segala bentuk kekerasan, perlindungan dan pemberian rasa aman, pelayanan korban, rehabilitasi, hingga pemberdayaan perempuan dan anak korban kekerasan.
“Sudah jelas di Perda tujuannya, tinggal dijalankan serius. Kami mendesak Satgas TPPKSP Kabupaten Garut agar bekerja lebih fokus dalam pencegahan dan penanganan. Bukan menunggu ada kasus baru heboh, lalu ramai-ramai bergerak. Kalau tidak ada kasus, ya tetap harus kerja, bukan malah cuek,” tandas Asep.(*)






























