GARUTEXPO – Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Dedi Kurniawan, mendorong Bupati Garut untuk mengeluarkan regulasi berupa Peraturan Bupati atau Surat Edaran terkait kewajiban minimal pendidikan bagi Ketua RT dan RW di Kabupaten Garut. Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Rembug Strategi Peningkatan IPM Bidang Pendidikan Kolaborasi Multi Pihak” yang digelar oleh Dewan Pendidikan Garut, dan dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPO., belum lama ini.
Menurut Dedi, upaya ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut di sektor pendidikan.
“Kami mendorong agar RT dan RW di Kabupaten Garut diwajibkan memiliki pendidikan minimal SLTA, baik SMA, SMK, MA, SLB, maupun Paket C. Saat ini, dari sekitar 15.000 RT dan RW, masih banyak yang hanya tamatan SD atau SMP,” ujar Dedi, Sabtu 03 Mei 2025.
Ia menjelaskan bahwa solusi pendidikan kesetaraan dapat menjadi jawaban atas kondisi tersebut. RT dan RW yang belum lulus SD dapat diarahkan mengikuti Paket A, yang belum lulus SMP masuk Paket B, dan yang belum memiliki ijazah SLTA diarahkan ke Paket C. Proses pembelajaran bisa dilakukan di kantor desa berbarengan dengan kegiatan pengambilan insentif dan pembinaan rutin.
“Karena mereka sudah di luar usia sekolah, maka pendidikan kesetaraan adalah jalur paling tepat. Kami akan mendorong PKBM-PKBM terdekat untuk bekerja sama dengan kepala desa guna menyelenggarakan kelas khusus bagi para RT dan RW,” tambah Dedi.
Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan program ini memerlukan dukungan regulasi resmi agar berjalan serempak di seluruh desa. “Kami usulkan agar dikeluarkan Perbup atau Surat Edaran Bupati. Bahkan untuk operasional kegiatan ini bisa dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD),” katanya.
Dalam forum tersebut, hadir pula Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.IP., SAP., SH., MH., M.Si., CPM., sebagai narasumber diskusi.
Dedi optimistis jika program ini sukses dijalankan, maka akan berdampak signifikan pada peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Garut.
“Ketika indeks pendidikan naik, maka IPM juga akan meningkat. Sebab, indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah dilihat dari IPM-nya. Maka mari kita dukung bersama langkah Pak Bupati membangun Garut secara lahir dan batin,” pungkasnya.(*)






























