in

FKSS Cup Jadi Terobosan Baru, Turnamen Bola Voli SMA Swasta Garut Diikuti 28 Sekolah

Foto: Tim Bola Voli SMA Nurul Amin Kecamatan Samarang saat berhadapan Tim dari SMA Kecamatan Bayongbong, di lapangan kampus Al Musaddadiyah, Kabupaten Garut, Senin, 22 Desember 2025.

Garutexpo.com – Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) Kabupaten Garut menggelar Turnamen Bola Voli FKSS Cup yang untuk pertama kalinya secara khusus diikuti oleh SMA swasta se-Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Desember 2025, bertempat di Lapangan Nangga Nangga, Kabupaten Garut.

Turnamen ini menjadi terobosan baru FKSS, mengingat sebelumnya kegiatan olahraga tingkat SMA di Kabupaten Garut umumnya bersifat gabungan antara sekolah negeri, swasta, dan madrasah. Pada pelaksanaan kali ini, FKSS secara khusus menghadirkan kompetisi bagi SMA swasta sebagai wadah pembinaan sekaligus ajang pencarian bakat dan prestasi olahraga bola voli.

Ketua Pelaksana FKSS Cup, Jajang, menjelaskan bahwa turnamen ini diikuti oleh 28 SMA swasta dari total 112 SMA swasta yang ada di Kabupaten Garut. Dari jumlah tersebut, tercatat 21 tim putra dan 7 tim putri yang ambil bagian dalam kompetisi.

“Ini merupakan turnamen bola voli SMA swasta yang pertama kali kami selenggarakan. Ke depan, kami merencanakan kegiatan ini digelar secara rutin dua kali dalam setahun, tepatnya setiap akhir semester,” ujar Jajang.

Selain sebagai ajang kompetisi, FKSS Cup juga dirancang sebagai event resmi dan profesional. Seluruh pertandingan dipimpin oleh wasit dari PPPSI (Persatuan Wasit Bola Voli Seluruh Indonesia), sehingga kualitas pertandingan dan legitimasi hasil kompetisi dapat dipertanggungjawabkan.

Turnamen ini menerapkan sistem dua kali kekalahan (double elimination), di mana setiap tim yang mengalami dua kali kekalahan dinyatakan gugur. Partai final dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 Desember 2025.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan rencana menghadirkan Piala Bergilir Bupati Garut pada pelaksanaan turnamen berikutnya sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi sekolah-sekolah swasta dalam mengembangkan prestasi olahraga.

Meski demikian, FKSS mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan jumlah atlet di beberapa sekolah.

“Bola voli merupakan olahraga kolektif yang membutuhkan minimal enam pemain. Di beberapa sekolah, jumlah siswa yang siap bertanding hanya tiga atau empat orang, sehingga menjadi kendala partisipasi,” jelasnya.

Panitia menilai partisipasi yang belum maksimal pada tahun pertama ini merupakan bagian dari proses adaptasi. FKSS optimistis jumlah peserta akan meningkat pada tahun 2026, seiring dengan semakin dikenalnya turnamen ini di kalangan SMA swasta.

FKSS juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut, meskipun secara kewenangan birokrasi SMA berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Anak-anak ini adalah putra-putri Garut. Kami berharap pemerintah daerah tetap ikut andil, minimal dalam pembinaan dan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” papar Jajang.

Dengan digelarnya FKSS Cup, FKSS Kabupaten Garut berharap turnamen ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam mencetak atlet berprestasi serta memperkuat eksistensi SMA swasta di bidang olahraga bola voli.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Alat Setrum Ikan Jadi Petunjuk Awal, Mayat Pria Ditemukan di Sungai Cipala Garut

Abah Muda Soroti Kebijakan MBG Saat Libur Sekolah, Usulkan Anggaran Dialihkan untuk Bencana Aceh–Sumatra