in

Garut Luncurkan Program “Kampung Belajar”, Targetkan Seluruh Warga Berpendidikan Minimal SLTA

Foto: Dedi Kurniawan, S.E, M.Si. Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Garut.

GARUTEXPO – Dewan Pendidikan Kabupaten Garut mencanangkan program inovatif bertajuk Kampung Belajar pada tahun ini, dengan tujuan jangka panjang menjadikan setiap warga kampung memiliki tingkat pendidikan minimal setara SLTA. Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti majelis taklim, posyandu, komunitas seni, karang taruna, serta kelompok-kelompok sosial lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Dedi Kurniawan, SE., M.Si., yang menyebutkan bahwa Kampung Belajar merupakan langkah awal menuju konsep Kampung Cerdas.

“Tahun ini kita hanya akan membentuk kampung belajar di beberapa titik saja. Namun ke depannya, kita berharap program ini bisa berkembang menjadi Desa Belajar, Kecamatan Belajar hingga Kabupaten Belajar,” ujar Dedi saat ditemui di kantor Dewan Pendidikan, Selasa, 22 April 2025.

Dedi menambahkan, karakteristik utama dari Kampung Belajar adalah seluruh warganya terlibat dalam kegiatan belajar, baik formal maupun nonformal. Semua warga akan didata berdasarkan jenjang pendidikan, kemudian dikelompokkan sesuai level pendidikan untuk diarahkan ke kelompok belajar yang tepat.

Menariknya, anggota Dewan Pendidikan Garut akan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pembelajaran kepada warga, sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam pengembangan program ini.

“Untuk teknis pengadministrasian, kami akan menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terdekat. Bagi warga yang sudah di luar usia sekolah, kita arahkan ke pendidikan nonformal seperti kejar paket A, B, dan C. Sedangkan bagi yang masih usia sekolah, kita dorong untuk kembali ke sekolah formal, dengan pendekatan personal dan pencarian solusi terhadap kendala mereka,” jelasnya.

Dedi menegaskan bahwa program ini menyasar seluruh usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, untuk menjamin inklusivitas pendidikan di tingkat kampung. Dalam waktu enam tahun, targetnya adalah seluruh warga di kampung belajar telah menyelesaikan pendidikan minimal setingkat SLTA.

Selain membentuk kampung belajar secara langsung, Dewan Pendidikan juga berupaya memotivasi pemerintah desa untuk turut serta dalam pembentukan kampung belajar secara kolektif, agar dapat ditingkatkan menjadi desa belajar dan kecamatan belajar.

“Ciri khas dari kampung belajar ini adalah seluruh warganya, tanpa kecuali, memiliki pendidikan minimal SLTA. Baik tua maupun muda, semuanya belajar. Ending-nya, kampung ini layak disebut kampung cerdas,” tandas Dedi.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Atalia Praratya Buka Suara di Hari Kartini: Sindiran Halus di Tengah Badai Isu Rumah Tangga?

Klarifikasi Mengejutkan Paula Verhoeven Lewat Hotman Paris: Pintu Tidak Terkunci, Tapi Kami Hanya Ngobrol