GARUTEXPO – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, memberikan penjelasan tentang peran penting pihaknya dalam upaya penanganan daerah rawan bencana. Meskipun kewenangan struktural berada di BPBD, Agus menekankan bahwa PUPR memberikan dukungan teknis terutama terkait potensi kerawanan bencana di sepanjang jalan, daerah aliran sungai, dan irigasi.
“Kita memang fokus pada pencegahan bencana, seperti memberikan peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika melewati daerah rawan bencana, terutama longsor,” kata Agus.
Dalam upaya antisipatif, PUPR Garut telah melakukan langkah-langkah seperti penempatan personil di Unit Pelaksana Teknis setiap wilayah dan menyiapkan alat berat seperti backhoeloader. Namun, keterbatasan alat menjadi kendala, dimana alat hanya tersedia di titik-titik tertentu dan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Pada masa mudik Lebaran 1444 H, Agus menyebut bahwa PUPR telah menangani kejadian tanah longsor di ruas Jalan Banjarwangi – Singajaya yang terjadi Jumat lalu. Meskipun demikian, kemungkinan longsor susulan tetap diwaspadai.
“Mobilisasi alat berat menjadi tantangan karena lebar jalan yang sempit, memakan waktu lama untuk mengurai kemacetan selama musim mudik,” tambahnya.
Meskipun hanya memiliki 3 unit alat berat, Agus menyebut bahwa satu di antaranya telah diperbaiki dan siap digunakan setelah sebelumnya dipergunakan untuk mendukung kegiatan di perkotaan menjelang Idul Fitri.
“Kemarin memang ada kendala karena alat berat kita dipergunakan untuk kegiatan di perkotaan, namun saat ini sudah siap digunakan kembali,” jelas Agus.(*)






























