GARUTEXPO – Ketua DPRD Garut, Euis Ida Wartiah, memberikan klarifikasi terkait video viral yang beredar saat aksi guru honorer di Gedung DPRD Garut pada Jumat, 14 Juni 2024. Dalam pernyataannya, Euis menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyakiti para guru honorer dan memberikan penjelasan dari perspektifnya mengenai kejadian tersebut.
Euis menerangkan bahwa DPRD Garut saat itu menerima perwakilan dari guru honorer untuk audiensi yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Garut, Ayi Suryana. Meskipun Euis berada di Gedung DPRD Garut, ia tidak dapat langsung menerima audiensi karena ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Namun, Euis memastikan bahwa ia tetap mengawasi jalannya audiensi.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Euis berencana untuk pulang, namun mobil yang akan dinaikinya ditahan oleh peserta aksi dari guru honorer. Para guru honorer tersebut terlihat menangis atau pura-pura menangis, yang membuat kendaraan Euis tidak bisa maju. “Tos lebet kana mobil, eta mobil diharalangan diujeg-ujeg ku honorer nu nuju narangis duka nanangisan,” kata Euis.
Situasi tersebut memaksa Euis keluar lagi dari mobil karena kendaraannya tidak bisa bergerak. Salah satu peserta aksi yang pura-pura menangis berbicara kepadanya, “Abdi mah hayang ceurik Ibu” (artinya: saya mau nangis, Ibu). Euis menjawab, “Nga, mangga atuh nangisna sing sae” (silakan nangis yang bagus).
Karena tidak bisa pulang, Euis memutuskan untuk kembali masuk ke ruangan DPRD. Ia berada di kantor Sekretariat DPRD Garut hingga larut malam, sekitar pukul 22.30 WIB, usai selesai kegiatan audiensi para guru honorer.
Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai situasi yang terjadi dan menghindari kesalahpahaman di masyarakat terkait video yang viral tersebut.(*)






























