Garutexpo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 33 Universitas Bhakti Kencana menghadirkan inovasi unik di Desa Sirnajaya, Garut. Mereka berhasil menyulap drum bekas menjadi “drum ajaib” yang mampu membakar sampah lebih cepat tanpa menimbulkan asap tebal.
Gagasan ini muncul setelah mahasiswa berdiskusi dengan warga mengenai masalah sampah rumah tangga. Selama ini, sebagian besar warga masih membakar sampah secara terbuka di halaman rumah. Cara tersebut menimbulkan asap pekat, bau tidak sedap, dan berpotensi memicu kebakaran.
Melihat kondisi itu, mahasiswa kemudian memodifikasi drum bekas menjadi bak pembakaran yang ramah lingkungan. Drum dilubangi di beberapa sisi untuk sirkulasi udara, sehingga api menyala lebih stabil dan proses pembakaran berlangsung cepat. Di bagian bawah, dipasang penyangga besi agar drum tidak bersentuhan langsung dengan tanah, sekaligus menambah keamanan penggunaannya.
Ketua kelompok KKN 33, Lucky Ali Muta’ali, menjelaskan bahwa ide ini dibuat dengan biaya murah karena memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai.
“Kami ingin memberikan solusi praktis bagi masyarakat. Dengan drum bekas, kami membuat bak pembakaran sederhana yang bisa membantu warga mengurangi penumpukan sampah rumah tangga tanpa menghasilkan asap berlebihan,” kata Lucky, Rabu, 03 September 2025.
Inovasi tersebut disambut baik oleh pemerintah desa. Kepala Desa Sirnajaya, Andri Yanto, mengapresiasi kreativitas mahasiswa Universitas Bhakti Kencana.
“Kami sangat berterima kasih atas ide mahasiswa KKN 33. Drum pembakaran ini bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan, tapi juga membuktikan bahwa kreativitas sederhana bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Warga pun tertarik untuk meniru pembuatan “drum ajaib” ini setelah melihat kemudahan dan manfaatnya. Mereka berharap inovasi tersebut bisa terus dikembangkan dan diterapkan di wilayah lain agar pengelolaan sampah semakin efektif.
Melalui program KKN ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas pengabdian, tetapi juga meninggalkan warisan bermanfaat bagi warga Desa Sirnajaya. Inovasi sederhana ini diharapkan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari asap pembakaran sampah.(*)






























