in

Pasca Korwil Dinonaktifkan, Dewan Pendidikan Garut ‘Sisir’ Kedisiplinan ASN: Aplikasi Error, Sinyal Lemah, dan Koordinasi Amburadul Terungkap!

Garutexpo.com — Pasca dinonaktifkannya koordinator wilayah (korwil) pendidikan di Kecamatan Wanaraja, Sekretaris Umum Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Dedi Kurniawan, langsung turun tangan melakukan monitoring mendadak terhadap kedisiplinan ASN di sekolah-sekolah. Monitoring dilakukan secara acak melalui video call ke tiap kepala sekolah di berbagai desa.

Hasilnya mengejutkan—seluruh kepala sekolah yang dicek terpantau berada di sekolah. Jika pun ada yang tidak di lokasi, mereka sedang menjalankan tugas resmi seperti mengikuti rapat, pelatihan, atau dinas luar.

“Alhamdulillah, kedisiplinannya bagus. Kami apresiasi para kepala sekolah dan ASN yang tetap menjaga komitmen meski struktur korwil sudah dinonaktifkan. Ini juga bagian dari mendukung program Bupati melalui aplikasi Berakhlak,” ujar Dedi kepada Garutexpo.com, Kamis, 27 November 2025.

Ia menegaskan bahwa Dewan Pendidikan tetap mendorong eks korwil, para kepala sekolah, dan guru untuk meningkatkan kedisiplinan kehadiran serta kualitas kinerja, terutama di masa transisi kebijakan ini.

Aplikasi Berakhlak Bermasalah, Absensi Sering Error

Di balik kedisiplinan ASN, monitoring ini justru membuka sejumlah persoalan teknis yang selama ini dikeluhkan di lapangan.

Di Wanaraja, unggahan surat tugas dan berkas lain di aplikasi Berakhlak kerap berstatus merah dan tidak terbaca sistem, sehingga ASN harus menghubungi pejabat Badan Kepegawaian Kabupaten via WhatsApp agar datanya diproses.

“Aplikasi sering error, upload merah terus. Baru selesai kalau komunikasi manual ke BKD. Ini jelas menghambat,” jelas Dedi.

Masalah lain muncul dari sisi jaringan internet. Di beberapa sekolah, sinyal tidak merata. Dalam satu sekolah, ada guru yang bisa absensi, tapi guru lain gagal karena sinyal lemah.

“Ini harus segera diperbaiki. Sistem absensi tak boleh menggantung, karena menyangkut kedisiplinan dan hak ASN,” tegasnya.

Tinjau Dapur MBG: Layanan Baik, Koordinasi Masih Lemah

Usai monitoring ASN, Dedi langsung meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Wanaraja. Ia memastikan pelayanan ke sekolah-sekolah berjalan lancar.

“Alhamdulillah pelayanan dapur MBG baik dan lancar. Tapi saya tetap meminta agar eks korwil melakukan monitoring rutin. Jangan sampai ada masalah besar, baru pejabat turun,” katanya.

Namun, ia mencatat adanya persoalan serius: koordinasi antara pihak SPPG dan eks korwil pendidikan dinilai masih lemah.

“Koordinasi harus diperkuat. Jangan sampai pelayanan MBG terhambat hanya karena komunikasi yang tidak sinkron,” tandas Dedi.

Monitoring ketat ini menjadi sinyal kuat bahwa Dewan Pendidikan Garut tidak main-main dalam menjaga kedisiplinan dan kualitas layanan pendidikan pasca perubahan struktur korwil. Temuan-temuan di lapangan kini menunggu tindak lanjut agar sistem berjalan lebih efektif dan efisien.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

TPS3R di Garut Banyak Mangkrak, Program PUPR Dinilai Mubazir: Operasional Tinggi Jadi Kendala Utama

Nama Bayi Perempuan Islami 2 Kata

100 rekomendasi Nama Bayi Perempuan Islami 2 Kata dengan Kesan Modern