in

Patrick Kluivert Disorot! Tiga Keputusan Fatal yang Bikin Indonesia Kalah Tipis dari Arab Saudi

Garutexpo.com — Kekalahan Timnas Indonesia dari Arab Saudi dengan skor 2-3 pada Kamis (9/10/2025), jam 00.15 WIB menimbulkan gelombang kritik dari publik sepak bola nasional. Bukan hanya karena Garuda sempat unggul lebih dulu, tapi karena permainan Indonesia menurun drastis setelah jeda babak pertama.

Sorotan utama kini tertuju pada pelatih Patrick Kluivert, yang dianggap melakukan tiga kesalahan fatal dalam menyiapkan dan mengatur tim. Keputusan-keputusan tersebut dinilai menjadi penyebab utama kekalahan Indonesia.

1. Memaksakan Beckham dan Klok di Lini Tengah

Dua gelandang pilihan Kluivert, Beckham Putra Nugraha dan Marc Klok, tampil di bawah ekspektasi. Keduanya kesulitan menjaga tempo permainan, sering kehilangan bola, dan gagal menghubungkan lini tengah dengan lini depan.

“Beckham dan Klok bagus di level Asia Tenggara, tapi belum siap menghadapi tekanan cepat tim seperti Arab Saudi. Mereka kehilangan keseimbangan permainan,” ujar pengamat sepak Arif.

Kehadiran mereka justru membuat lini tengah Indonesia rapuh. Aliran bola terputus, dan serangan balik lawan menjadi mudah menembus area tengah lapangan.

2. Yakob Sayuri Jadi Titik Lemah di Sayap

Performa Yakob Sayuri malam itu menjadi salah satu titik rawan Indonesia. Sejak awal pertandingan, umpan-umpannya kerap melenceng, kontrol bola lemah, dan penguasaan bola mudah direbut lawan.

Kesalahan terbesarnya terjadi pada menit ke-31, saat Yakob menarik kaos pemain Arab Saudi di depan gawang Marten Paes — berujung penalti dan gol penyama kedudukan.
Kesalahan elementer ini membuat momentum Indonesia hancur.

“Itu kesalahan tidak perlu. Di era VAR, hal kecil seperti itu pasti terlihat. Yakob tampak gugup dan tidak siap bermain di level tinggi,” kata analis sepak bola Bung Towel dalam komentarnya di siaran pasca-laga.

3. Gagal Membaca Situasi dan Terlambat Mengganti Pemain

Kesalahan paling besar Kluivert adalah tidak berani mengambil keputusan cepat saat permainan timnya menurun. Dari tiga pemain yang tampil buruk — Klok, Beckham, dan Yakob — hanya Beckham yang diganti di awal babak kedua.

Keputusan itu terbukti fatal. Arab Saudi memanfaatkan kelemahan di lini tengah dan sayap kanan untuk mencetak dua gol tambahan.
Indonesia kehilangan arah, sementara Kluivert tampak kebingungan di pinggir lapangan.

Kluivert terlambat bereaksi. Ketika lawan meningkatkan tempo, ia justru pasif. Ini bukan soal kalah strategi, tapi kalah membaca momentum,” tambah Yusuf Kurniawan.

Kalah Karena Salah Baca

Kekalahan 2-3 ini menjadi peringatan keras bagi Kluivert. Nama besar dan pengalaman Eropa tidak otomatis menjamin kesuksesan di sepak bola Asia. Ia harus belajar memahami karakter pemain Indonesia, kemampuan fisik, serta dinamika pertandingan di kawasan ini.

Timnas Indonesia tidak kalah karena kualitas pemain yang buruk. Indonesia kalah karena pelatihnya salah membaca permainan.***

Ditulis oleh Kang Zey

Garut Siap Hidupkan Malam Tanpa Kendaraan! CFD & CFN Bakal Jadi Magnet Baru Wisata dan UMKM Lokal

Jeritan Pedagang Kaki Lima Menggema di Pasar Baru Garut: Ekonomi Sulit, Mana Wakil Rakyat Kami?