in

PC PMII Garut Kecam Keras Kekerasan Seksual Terhadap Anak: Desak Evaluasi Total Sistem Pengawasan Sosial

Foto: Adrian Hidayat, Wakil Ketua II PC PMII Kabupaten Garut.

GARUTEXPO – Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang Kabupaten Garut. Seorang anak perempuan menjadi korban kekerasan seksual secara berulang dan sistematis oleh orang-orang terdekatnya sendiri, yakni ayah kandung, paman, bahkan kakeknya. Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan mahasiswa.

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Garut menyatakan sikap tegas dan mengecam keras tindakan bejat yang dilakukan para pelaku. Wakil Ketua II PC PMII Garut, Adrian Hidayat, menyebut bahwa peristiwa ini mencerminkan bukan hanya kebiadaban individu, tetapi juga kegagalan struktural dalam perlindungan sosial terhadap anak.

“Kami mengecam keras tindakan keji ini. Kejadian ini adalah cerminan dari lemahnya sistem pengawasan sosial di tengah masyarakat kita. Sudah saatnya evaluasi total dilakukan secara menyeluruh,” ujar Adrian dalam pernyataan resminya, Senin (8/4/2025).

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi panggilan moral bersama. PC PMII Garut, kata dia, selama ini telah aktif dalam agenda kaderisasi, advokasi, dan pendidikan publik terkait pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Adrian Hidayat pun membacakan lima poin sikap resmi PC PMII Garut:

  1. Mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat, tegas, dan tanpa kompromi dalam menindak para pelaku, serta memberikan hukuman maksimal sebagai bentuk keadilan bagi korban dan pencegahan bagi masyarakat.
  2. Menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Garut untuk segera memberikan pendampingan psikologis dan perlindungan menyeluruh kepada korban agar trauma tidak berlarut.
  3. Merekomendasikan evaluasi total terhadap sistem pengawasan sosial di tingkat lokal, mulai dari RT/RW hingga desa, untuk memastikan sistem deteksi dini kekerasan terhadap anak berfungsi efektif.
  4. Mendorong peningkatan literasi sosial dan moral di sektor pendidikan, termasuk pelibatan tokoh agama dan komunitas dalam penguatan nilai kesetaraan, keadilan gender, dan perlindungan anak.
  5. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi bungkam terhadap kekerasan seksual dan membangun budaya yang berpihak pada korban.

“PC PMII Garut berkomitmen untuk terus berada di garis depan dalam mengedukasi dan mengadvokasi isu-isu kemanusiaan seperti ini. Jangan beri ruang sedikit pun bagi pelaku kekerasan seksual di masyarakat kita,” tegas Adrian.

Ia juga menambahkan bahwa tragedi ini harus menjadi momentum bersama untuk memperkuat solidaritas sosial dan membangun sistem perlindungan yang lebih bermartabat bagi anak-anak di Garut.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Fenomena Baru: Gen Z di Amerika Ramai-Ramai Tinggalkan Smartphone dan Beralih ke Featured Phone

Jawa Barat Jadi Pusat Panen Raya Nasional, Presiden Prabowo: Bukti Ketahanan Pangan Menguat