Garutexpo.com – Pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Garut dituntut semakin inovatif, terukur, dan berkelanjutan agar sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah dalam mewujudkan Pendidikan Hebat. Hal ini menuntut peran strategis dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut agar setiap program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Anggota Dewan Pendidikan Garut, Asep Nurjaman, fokus utama pembangunan pendidikan ke depan diarahkan pada peningkatan Indeks Pendidikan, yang menjadi salah satu komponen utama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indeks pendidikan ini dipengaruhi langsung oleh Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) masyarakat Garut.
Peningkatan Indeks Pendidikan, RLS, dan HLS Jadi Target Utama
Saat ini, tantangan dunia pendidikan di Garut masih berkutat pada rendahnya RLS serta ketimpangan HLS antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Banyak peserta didik yang belum mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi karena faktor ekonomi, akses geografis, serta minimnya pendampingan.
Program inovatif yang harus dikembangkan Dinas Pendidikan antara lain:
1. Program Pencegahan Putus Sekolah Terpadu, melalui pelacakan siswa berisiko putus sekolah berbasis data.
2. Beasiswa Daerah Berbasis Prestasi dan Ekonomi, untuk meningkatkan HLS.
3. Sekolah Terbuka dan Pendidikan Kesetaraan Digital, guna menjangkau anak-anak yang terkendala sistem formal.
Dengan langkah ini, peningkatan RLS dan HLS diharapkan tidak hanya bersifat statistik, tetapi benar-benar mengubah kondisi riil masyarakat.
Kualitas Kepala Sekolah dan Guru Menjadi Kunci Pendidikan Hebat
Inovasi pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa kepala sekolah dan guru yang berkualitas, berintegritas, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Selama ini, masih ditemukan persoalan:
1. Lemahnya kepemimpinan sebagian kepala sekolah
2. Rendahnya penguasaan teknologi digital
3. Minimnya pembaruan metode pembelajaran
4. Kurangnya budaya mutu dan inovasi
Dinas Pendidikan harus mendorong:
1. Pelatihan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kinerja
2. Program Upskilling dan Reskilling Guru Secara Berkala
3. Implementasi Pembelajaran Digital dan Deep Learning
4. Penguatan Nilai Integritas, Etika, dan Profesionalisme
Kepala sekolah harus menjadi manajer pendidikan yang visioner, sementara guru dituntut menjadi pendidik yang inspiratif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan karakter peserta didik masa kini.
Pengawasan Pendidikan Harus Lebih Komprehensif dan Terintegrasi
Pengawasan pendidikan merupakan elemen yang sering diabaikan, padahal sangat menentukan kualitas layanan pendidikan. Ke depan, pengawasan tidak cukup hanya administratif, tetapi harus menyentuh:
1. Mutu pembelajaran di kelas
2. Pengelolaan dana pendidikan, termasuk BOS
3. Kinerja kepala sekolah dan guru
4. Pencegahan pungli dan praktik-praktik menyimpang
Model pengawasan yang perlu dikembangkan adalah:
* Pengawasan berbasis digital dan data real time
* Audit mutu pendidikan secara berkala
* Pelibatan masyarakat, komite sekolah, dan pengawas independen
* Transparansi anggaran dan program sekolah
Dengan pengawasan yang kuat, maka tata kelola pendidikan akan lebih bersih, profesional, dan berorientasi pada mutu.
Sinergi Program Pendidikan dengan Visi-Misi Bupati Garut
Seluruh program Dinas Pendidikan harus disusun selaras dengan visi-misi kepala daerah, khususnya dalam menciptakan:
* SDM unggul
* Akses pendidikan yang merata
* Pendidikan berkarakter dan berbasis kearifan lokal
* Pendidikan yang adaptif terhadap era digital
Tanpa sinkronisasi yang jelas, maka program hanya akan berjalan parsial dan sulit mencapai target besar pembangunan daerah.
Jadi peendidikan hebat tidak hanya diukur dari angka indeks, tetapi dari kualitas lulusan, karakter generasi muda, serta daya saing.(*)






























