in

Ribuan Rumah dan Fasilitas Publik di Garut Rusak Akibat Gempa M 4.9

GARUTEXPO – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4.9 mengguncang Kabupaten Garut, menyebabkan kerusakan besar pada lebih dari seribu rumah serta puluhan fasilitas publik. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, enam kecamatan terdampak parah, dengan kerusakan paling signifikan di Kecamatan Pasirwangi.

Di Kecamatan Pasirwangi, sebanyak 1.075 rumah rusak, disertai kerusakan 14 fasilitas pendidikan dan 16 tempat ibadah. Selain itu, lima warga di kecamatan tersebut dilaporkan mengalami luka-luka.

Berikut data kerusakan di enam kecamatan terdampak:

1. Kecamatan Pasirwangi:
– Korban luka: 5 orang
– Rumah rusak: 1.075 unit
– Fasilitas pendidikan rusak: 14 bangunan
– Fasilitas ibadah rusak: 16 bangunan

2. Kecamatan Cisurupan:
– Rumah rusak: 7 unit
– Fasilitas pendidikan rusak: 1 bangunan
– Fasilitas ibadah rusak: 1 bangunan

3. Kecamatan Sukaresmi:
– Rumah rusak: 2 unit
– Fasilitas pendidikan rusak: 1 bangunan

4. Kecamatan Samarang:
– Rumah rusak: 16 unit

5. Kecamatan Tarogong Kaler:
– Rumah rusak: 1 unit

6. Kecamatan Cibiuk:
– Rumah rusak: 1 unit

Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, langsung meninjau wilayah terdampak di Pasirwangi kemarin Rabu (18/9/2024). Beberapa rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat dan tidak layak huni. Barnas menekankan bahwa penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak.

“Masyarakat itu harus aman dulu, jangan sampai masyarakat tinggal di tempat yang rawan terhadap rumah-rumah yang rusak,” ujar Barnas. Ia menegaskan bahwa fase tanggap darurat selama 14 hari akan diprioritaskan, termasuk pendirian dapur umum dan _shelter_ sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Dalam masa tanggap darurat ini, Barnas meminta agar distribusi bantuan dilakukan secara terkoordinasi. “Kalau nanti disaat-saat sedang tanggap darurat ada bantuan, ini saya minta tersentral, jangan sampai diterima terus tidak jelas. Saya ingin ada kejelasan,” tegasnya.

Pemerintah juga akan melakukan asesmen untuk menentukan besaran bantuan yang akan diberikan kepada warga yang rumahnya rusak. Barnas menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik, tepat, dan akurat.

“Sehingga mana yang bisa dilakukan oleh provinsi, mana yang pusat, mana yang oleh kabupaten. Semuanya harus jelas, tepat, dan akurat,” sambung Barnas.

Ia mengungkapkan bahwa tingginya jumlah rumah rusak disebabkan oleh lokasi yang berada dekat dengan pusat gempa. Barnas berharap penanganan terhadap para penyintas dapat dilakukan dengan cepat agar dampak bencana ini tidak meluas.

“Jadi bahu-membahu lah semuanya ya, sehingga permasalahan yang dihadapi kita ini bisa segera selesai,” kata Barnas.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

18 Desa di Jawa Barat Resmi Dicanangkan sebagai Desa Ramah Pelayanan Publik, Ini Daftarnya

Banyak Rumah Rusak Akibat Gempa, Pj Bupati Garut Sebut Struktur Bangunan Kurang Baik