GARUTEXPO – Aktivis sosial Kabupaten Garut, Biebie Bagja, bertemu dengan aktivis hak asasi manusia (HAM), Haris Azhar. Pertemuan tersebut berlangsung penuh keakraban saat menghadiri kegiatan bertajuk “Quo Vadis Mahasiswa di Era Disrupsi” di kafe Coffee Toffee di pusat kota Garut, Kamis, 06 Juni 2024.
Biebie Bagja sepakat dengan pendapat Haris Azhar bahwa pemuda harus diberikan kebebasan untuk menentukan sikap dan mengkritisi kebijakan pemerintah. “Jika dahulu kita mengenal mahasiswa sebagai aktivis jalanan yang kerap menyuarakan aspirasinya, sekarang ini terkesan kurang bebas,” ujar Biebie.
Ia menekankan pentingnya mendorong anak muda agar lebih aktif menyuarakan pandangan mereka terhadap kebijakan pemerintah. “Pasalnya, di tahun 2045 nanti mayoritas penduduk Indonesia akan didominasi oleh anak muda atau usia produktif. Mereka adalah masa depan bangsa,” kata Biebie Bagja.
Sebelumnya, Haris Azhar memberikan pesan penting kepada mahasiswa Kabupaten Garut dalam acara yang sama. Ia berpesan agar mahasiswa tidak terjebak pada janji-janji besar dari orang yang memiliki banyak program. “Supaya semangat tidak terjebak pada janji-janji besar, anak muda harus diberi ruang kebebasan. Apa yang mereka pertanyakan dan temukan jawabannya, biarkan mereka membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat,” ujarnya.
Menurut Haris, anak muda harus diberikan kebebasan untuk memberikan masukan terhadap kebijakan publik. Tugas orang tua, kampus, dan senior adalah memfasilitasi anak muda, bukan membatasi mereka. “Biarkan mereka menentukan apa yang ingin mereka lakukan, dan kita yang tua-tua, kampus, serta pemerintah harus mendukung mereka,” tandasnya.






























