in

Dewan Pendidikan dan PGRI Garut Perkuat Kolaborasi untuk Tata Kelola Pendidikan yang Lebih Baik

Garutexpo.com – Dalam rangka mewujudkan tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, dan adaptif di Kabupaten Garut, Dewan Pendidikan bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut menjalin kolaborasi strategis, Jum’at, 25 Juli 2025. Kolaborasi ini diyakini menjadi langkah krusial dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan yang relevan dan berdaya saing.

Ketua Dewan Pendidikan Garut, H. Nanang Hambali, menjelaskan bahwa kolaborasi ini dibangun untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang kuat sebagai fondasi sistem pendidikan yang berkelanjutan.

“Tata kelola yang efektif menjadi dasar bagi sistem pendidikan yang transparan, akuntabel, efisien, dan adaptif terhadap perubahan. Dengan begitu, kita bisa menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing,” ujar H. Nanang Hambali.

Menurut Nanang, kolaborasi yang dibangun bukan hanya antara Dewan Pendidikan dan PGRI, melainkan juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat dan sektor swasta. Strategi kolaborasi ini mencakup pembangunan visi dan misi bersama, pembentukan tim kerja, penyusunan rencana kerja, serta proses pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Sementara itu, anggota Dewan Pendidikan Garut, Asep Nurjaman, menambahkan bahwa kolaborasi multipihak merupakan pendekatan yang sangat penting untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini menjadi upaya kolektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mencakup kesejahteraan guru, perlindungan profesi, serta pengembangan sumber daya manusia. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh guru dan pengurus PGRI,” ujar Asep.

Asep juga menegaskan peran penting organisasi profesi seperti PGRI dalam merumuskan arah pendidikan di masa depan. PGRI, menurutnya, tidak hanya menjadi wadah aspirasi para pendidik, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga marwah dan profesionalisme guru agar tetap relevan terhadap dinamika zaman.

Lebih lanjut, Asep mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua dan dunia usaha, untuk turut membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan humanis.

“Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Perlu sinergi dari seluruh pihak untuk menciptakan sistem pendidikan yang unggul dan merata,” tandasnya.

Sebagai langkah lanjutan dari kolaborasi ini, Dewan Pendidikan dan PGRI tengah merumuskan konsep bersama yang akan disampaikan ke Komisi X DPR RI. Konsep tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah terkait regulasi pendidikan, serta memperkuat tata kelola pendidikan secara menyeluruh di Kabupaten Garut.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan arah pendidikan di Kabupaten Garut semakin terarah, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman, menuju pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan untuk semua.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Atlet Panahan Desa Margaluyu Siap Harumkan Nama Leles di FORNAS VIII Lombok 2025

Demi Sejahterakan Petani, Pemkab Garut Siap Adopsi Model Industri Tembakau Kudus