in

Dewan Pendidikan Bentak Disdik Garut: Benahi Total atau Mutu Pendidikan Terus Terjun Bebas

Foto: Asep Nurjaman Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut.

Garutexpo.com – Dewan Pendidikan Kabupaten Garut kembali menyuarakan peringatan keras terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Garut terkait kondisi tata kelola pendidikan yang dinilai masih jauh dari ideal. Dewan Pendidikan menegaskan, tanpa pembenahan menyeluruh yang terukur dan terencana, mutu pendidikan di Garut akan sulit bergerak naik dan justru terancam stagnan.

Peringatan ini disampaikan usai pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan dalam beberapa minggu terakhir. Hasilnya, ditemukan berbagai persoalan mendasar mulai dari kualitas sarana prasarana yang memprihatinkan, kepemimpinan sekolah yang pincang akibat banyaknya kepala sekolah berstatus PLT, hingga kinerja ASN yang belum menunjukkan standar profesionalitas.

Sarana Prasarana Kian Mengkhawatirkan

Dewan Pendidikan menegaskan bahwa kondisi fisik sekolah masih menjadi persoalan paling mencolok. Ruang kelas rusak, sanitasi tak layak, dan lingkungan belajar yang jauh dari standar menjadi temuan berulang di berbagai satuan pendidikan.

“Ketika ruang kelas rusak dan sanitasi tidak layak, siswa tidak akan fokus. Ini harus menjadi prioritas utama dalam penganggaran dan penanganan,” ujar Anggota Dewan Pendidikan Garut, Asep Nurjaman, Kamis, 11 Desember 2025.

Asep menambahkan, pembenahan harus berbasis data dan dilakukan secara terukur, mulai dari inventarisasi kondisi sekolah hingga pengawasan realisasi anggaran di lapangan.

Banyak Kepala Sekolah Masih PLT, Mutu Pengelolaan Terhambat

Persoalan lainnya yang tak kalah serius adalah masih banyaknya kepala sekolah yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT). Bahkan, terdapat kasus satu kepala sekolah harus memimpin dua sekolah sekaligus.

“Kepemimpinan sekolah sangat menentukan arah mutu pendidikan. Jika masih PLT, kewenangan terbatas dan fokus memimpin pun tidak maksimal. Kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Asep.

Dewan Pendidikan mendesak Disdik untuk segera menempatkan kepala sekolah definitif demi memastikan keberlangsungan manajemen sekolah yang stabil.

Regulasi Tumpang-Tindih dan Disiplin ASN Masih Lemah

Dewan Pendidikan juga menilai masih adanya regulasi yang tidak sinkron, sehingga menyulitkan sekolah dalam membuat program yang tepat sasaran. Ketidakjelasan aturan ini menghambat perencanaan dan evaluasi pendidikan dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, kedisiplinan ASN juga menjadi sorotan. Masih ditemukan pegawai yang tidak konsisten dalam jam kerja, administrasi, hingga pelaksanaan tugas pokok.

“Kinerja ASN harus diperkuat—baik melalui pembinaan, pengawasan, maupun reward and punishment yang jelas. Pendidikan hanya akan maju jika SDM-nya disiplin dan profesional,” tambah Asep.

Pembenahan Total Jadi Kunci

Menurut Dewan Pendidikan, persoalan pendidikan di Garut tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan pembenahan besar-besaran dalam berbagai aspek, mulai dari:

* Perencanaan berbasis data valid
* Penguatan manajemen sarana dan prasarana
* Pengangkatan kepala sekolah definitif
* Peningkatan disiplin dan kinerja ASN
* Sinkronisasi regulasi
* Pengelolaan anggaran yang transparan dan tepat sasaran

“Jika pembenahan dilakukan secara total dan berkelanjutan, barulah target pendidikan bisa jelas, terukur, dan dapat dicapai. Ini membutuhkan komitmen kuat dari Disdik dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Asep.

Seruan Terakhir: Jangan Setengah-Setengah!

Menutup keterangannya, Asep menegaskan bahwa masa depan pendidikan Garut sangat bergantung pada keberanian dan komitmen pemangku kebijakan.

“Pendidikan adalah masa depan. Maka pembenahan menyeluruh bukan hanya keinginan, tetapi kebutuhan mendesak untuk memastikan generasi Garut mendapatkan layanan pendidikan yang layak dan bermutu,” tegasnya.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Sekda Garut Tantang ASN

Bongkar Praktik Maksiat di Garut: Polisi, Satpol PP, dan Pokja Kini Bersatu