Garutexpo.com — Pesona objek wisata Situ Bagendit di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, kembali memikat wisatawan. Setelah sempat mengalami penurunan jumlah pengunjung, kini kawasan danau legendaris tersebut tampak lebih bersih, lapang, dan nyaman dipandang, seiring dengan upaya pembersihan tanaman liar yang selama ini mengganggu jalur perahu wisata.
Situ Bagendit dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam Garut yang menyuguhkan panorama danau luas berlatar pegunungan, seperti Gunung Guntur dan Gunung Putri. Selain berfungsi sebagai destinasi wisata, danau ini juga menjadi sumber air penting bagi masyarakat sekitar.
Pengelola dan pihak terkait melakukan pembersihan tumbuhan air liar demi menjaga kelancaran aktivitas wisata, khususnya perahu dan rakit bambu yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Upaya tersebut dinilai membuat kawasan Situ Bagendit terlihat lebih “legan” dan asri.
“Alhamdulillah sekarang Situ Bagendit terlihat lebih lega dan bersih. Keindahan alamnya semakin terasa,” ujar Acep, Jumat (16/1/2025).

Keindahan Situ Bagendit juga dirasakan langsung oleh wisatawan. Euis, pengunjung asal Bandung, mengaku terkesan dengan kondisi kawasan danau yang semakin tertata.
“Saya merasa senang, lokasinya sejuk, situ-nya bersih, dan tempatnya juga sangat nyaman,” kata Euis.
Selain panorama alamnya, Situ Bagendit juga menyimpan cerita legenda rakyat yang telah lama dikenal masyarakat Garut. Konon, nama Situ Bagendit diambil dari tokoh utama dalam legenda setempat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah.
Dari sisi teknis, Situ Bagendit memiliki luas perairan dengan kedalaman air rata-rata sekitar dua meter dan kedalaman sedimen mencapai 3,20 meter. Saat ini, badan air danau hanya mampu menampung sekitar 1.751.408 meter kubik air akibat tumpukan sedimen yang diperkirakan mencapai 2.627.112 meter kubik.
Sementara itu, AIPDA Erwin yang tengah melakukan patroli di kawasan wisata Situ Bagendit menyebutkan jumlah pengunjung cenderung stabil, meski tidak seramai saat musim libur sekolah.
“Waktu libur sekolah pengunjung bisa mencapai sekitar 250 orang. Sekarang di hari biasa berkisar antara 150 hingga 200 pengunjung per hari,” ujar AIPDA Erwin.
Pengunjung yang datang ke Situ Bagendit dapat menikmati pemandangan danau, pegunungan, serta tumbuh-tumbuhan alami, sekaligus berkeliling danau menggunakan transportasi tradisional berupa rakit bambu yang menjadi ciri khas wisata ini.
Dengan kebersihan yang terus dijaga dan panorama alam yang memikat, Situ Bagendit diharapkan tetap menjadi destinasi unggulan wisata alam di Kabupaten Garut.***


