Garutexpo.com – Memasuki usia ke-12 tahun, PT Bank BTPN Syariah Tbk terus menunjukkan kinerja positif dengan memperkuat posisinya sebagai bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya segmen ultra mikro di Indonesia.
Kinerja keuangan yang solid tersebut ditopang oleh kualitas pembiayaan yang tetap sehat. Hal ini mencerminkan keberhasilan nasabah dalam mengelola usaha sekaligus efektivitas pendampingan yang secara konsisten dilakukan BTPN Syariah selama lebih dari satu dekade.
Bagi BTPN Syariah, kualitas pembiayaan bukan sekadar indikator kesehatan bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi tolok ukur meningkatnya kapasitas, kemandirian, dan daya tahan para nasabah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Selama 12 tahun terakhir, BTPN Syariah tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan intensif kepada masyarakat ultra mikro melalui penguatan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Pendekatan ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan usaha yang lebih tangguh dan kehidupan keluarga yang lebih sejahtera.
Di sisi lain, BTPN Syariah juga mulai membuka peluang pertumbuhan baru melalui pengembangan pembiayaan non-komunitas sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Segmen ini meliputi pembiayaan individu maupun pembiayaan kepada lembaga non-keuangan.
Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi bisnis perusahaan sekaligus menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan bahwa memasuki usia ke-12, perusahaan akan terus memperkokoh kualitas pembiayaan sembari memperluas berbagai inisiatif baru bagi nasabah.
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ujar Fachmy Achmad, Rabu, 29 Juli 2026.
Sepanjang semester pertama tahun 2026, BTPN Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar. Sementara itu, total aset perusahaan mencapai Rp23 triliun, atau tumbuh 8 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Penyaluran pembiayaan juga mengalami peningkatan menjadi Rp11 triliun, naik 9 persen YoY. Di saat yang sama, rasio keuangan perusahaan tetap berada pada level yang kuat dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 58,7 persen.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan yang dijalankan BTPN Syariah tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjaga pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan.
Sebagai satu-satunya bank syariah yang secara khusus berfokus pada masyarakat inklusi atau kelompok unbankable, BTPN Syariah menjadikan perempuan sebagai sasaran utama program pemberdayaan. Bank meyakini bahwa ketika perempuan memiliki akses terhadap pembiayaan dan mampu mengembangkan usaha, maka kesejahteraan keluarga juga akan meningkat.
Program pemberdayaan tersebut dijalankan oleh Community Officer (CO) atau bankirpemberdaya, yaitu para perempuan muda lulusan SMA yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mendampingi keluarga prasejahtera produktif di berbagai daerah Indonesia.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, hasil pemantauan internal BTPN Syariah menunjukkan adanya penurunan jumlah nasabah yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem, sekaligus meningkatnya jumlah keluarga nasabah yang mampu menyekolahkan anak-anak mereka.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa model bisnis BTPN Syariah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan laba, tetapi juga berupaya menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat Indonesia.


