Garutexpo.com — Tumpukan sampah hasil kerja bakti warga di wilayah Sukarengang, RW 13 RT 04, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, hingga Rabu, 16 September 2026, belum juga diangkut. Kondisi tersebut membuat warga khawatir sampah kembali masuk ke aliran kali ketika hujan turun.
Sampah tersebut dikumpulkan warga setelah melaksanakan kerja bakti membersihkan aliran kali pada Minggu, 13 September 2026. Warga kemudian menumpuk sampah di pinggir kali dengan harapan segera diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut.
Namun, hingga tiga hari berselang, tumpukan sampah masih berada di lokasi.
Ketua RT 04, Anto Heryanto, mengatakan kerja bakti dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan dan kelancaran aliran kali.
“Pada hari Minggu, 13 September 2026, kami melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang berada di kali. Kemudian sampahnya ditumpuk di pinggir kali supaya diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Anto.
Menurut Anto, warga mempertanyakan kapan tumpukan sampah tersebut akan diangkut. Sebab, semakin lama dibiarkan, semakin besar pula kekhawatiran sampah tersebut kembali terbawa aliran air.
“Sudah sampai hari Rabu, 16 September 2026, sampahnya masih menumpuk dan belum diangkut,” katanya.
Anto mengaku khawatir kondisi tersebut menjadi persoalan apabila hujan turun. Sampah yang sudah dikumpulkan warga di pinggir kali berpotensi kembali hanyut ke dalam aliran air.
“Kalau tidak diangkut-angkut, sampahnya bagaimana? Kalau ada hujan nanti sampahnya bisa terbawa palid (hanyut) lagi, sehingga bisa menimbulkan banjir,” ungkapnya.
Warga berharap DLH Kabupaten Garut segera mengangkut tumpukan sampah tersebut. Menurut mereka, langkah itu penting agar hasil kerja bakti warga tidak kembali masuk ke kali dan mengganggu aliran air.
Kerja bakti yang dilakukan warga, lanjut Yanto, merupakan bentuk kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, warga berharap upaya tersebut mendapat tindak lanjut dari pihak terkait melalui pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari DLH Kabupaten Garut mengenai alasan sampah hasil kerja bakti tersebut belum diangkut.(*)


